
Delapan wakil Indonesia akan tampil di Singapore Open 2026 yang berlangsung pada 26-31 Mei di Singapore Indoor Stadium. Ajang BWF Super 750 ini menjadi panggung penting untuk mengukur ulang kekuatan Merah Putih setelah gagal membawa pulang gelar dari Malaysia Masters 2026.
Sorotan terbesar tertuju pada kembalinya Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja ke panggung internasional. Kehadiran pasangan ganda campuran itu langsung menarik perhatian karena mereka kembali bertanding setelah sempat lama absen.
Rehan mengaku proses comeback tidak berjalan mudah. Ia memilih menjalani laga pertamanya dengan lebih tenang agar bisa menikmati ritme pertandingan internasional lagi.
“Pertama-tama Alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa comeback di pertandingan internasional. Jalannya memang tidak mudah buat saya, jadi saya mencoba lebih enjoy dan menikmati pertandingan pertama dulu,” ujar Rehan dalam keterangan PBSI, Senin 25 Mei 2026.
Kembalinya Rehan/Gloria membuat sektor ganda campuran Indonesia kembali punya dua wakil. Selain pasangan tersebut, Indonesia juga menurunkan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti untuk bersaing di nomor ini.
Lima sektor, delapan wakil
Indonesia menurunkan kekuatan di lima sektor dengan komposisi yang cukup merata. Pada tunggal putra, Merah Putih mengandalkan Jonatan Christie dan Alwi Farhan.
Jonatan datang dengan misi memperbaiki hasil setelah terhenti di perempat final Malaysia Masters pekan lalu. Kehadiran Alwi juga memberi opsi tambahan di sektor yang kerap menuntut konsistensi tinggi sejak babak awal.
Di tunggal putri, Indonesia hanya menurunkan Putri Kusuma Wardani. Pebulu tangkis yang juga anggota Polri itu datang dengan status unggulan kelima dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tersebut.
Sektor ganda putra menjadi tumpuan terbesar Indonesia pada turnamen ini. Tiga pasangan langsung diterjunkan, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Komposisi itu menunjukkan Indonesia masih menjaga kedalaman di nomor ganda putra. Persaingan di sektor ini juga diperkirakan ketat karena setiap pasangan harus siap menghadapi lawan kuat sejak awal.
Harapan di ganda putri dan campuran
Di ganda putri, Indonesia hanya mengirim satu pasangan, yaitu Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi. Kehadiran mereka tetap menjadi penting karena sektor ini membutuhkan hasil maksimal agar Indonesia tetap kompetitif di level elite.
Pada ganda campuran, persaingan internal Indonesia ikut jadi perhatian karena ada dua pasangan yang turun. Rehan/Gloria menjadi nama yang paling disorot, sementara Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti melengkapi kekuatan Merah Putih di nomor ini.
Singapore Open 2026 juga menawarkan total hadiah US$1 juta atau sekitar Rp17,7 miliar. Nilai hadiah yang besar dan status turnamen sebagai salah satu agenda penting BWF membuat persaingan dipastikan berlangsung ketat sejak ronde awal.
Bagi Indonesia, turnamen ini bukan hanya soal mengejar gelar. Singapore Open 2026 juga menjadi kesempatan penting untuk menguji kesiapan para wakil di tengah jadwal kompetisi yang padat dan tekanan untuk segera bangkit setelah hasil kurang maksimal di Malaysia Masters 2026.
Daftar wakil Indonesia di Singapore Open 2026 terdiri dari Jonatan Christie, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Dengan komposisi itu, Indonesia punya peluang tersebar di lima sektor untuk bersaing sejak hari pertama turnamen.
Source: www.viva.co.id




