Harga Bikin Kaget, 8 Motor Listrik Di Bawah Rp20 Juta Yang Siap Dipakai Harian

Pasar motor listrik di Indonesia masih bergerak positif meski subsidi pemerintah untuk motor listrik resmi dihentikan pada 2026. Di saat banyak pembeli mulai menghitung biaya harian dengan lebih ketat, segmen di bawah Rp20 juta justru makin ramai dan menarik perhatian pengguna perkotaan.

Daya tarik utamanya sederhana: motor listrik tidak membutuhkan bensin dan biaya perawatannya relatif lebih rendah dibanding motor konvensional. Karena itu, banyak model murah kini tidak lagi sekadar jadi opsi cadangan, melainkan kandidat serius untuk dipakai kerja, kuliah, sampai belanja harian.

Harga yang makin bersahabat

Segmen di bawah Rp20 juta sekarang menawarkan pilihan yang lebih beragam, dari model ringkas hingga skutik modern. Sejumlah produsen juga mulai menyematkan fitur yang sebelumnya lebih sering ditemukan pada kelas yang lebih mahal.

Polytron Fox-200 menjadi salah satu yang paling terjangkau dengan harga mulai Rp11,5 juta. Motor ini membawa tenaga sekitar 2.000 watt, kecepatan maksimum 80–90 km/jam, dan klaim jarak tempuh sekitar 130 km dalam sekali pengisian daya.

Cocok untuk mobilitas jarak dekat

Selis Neo Scootic dipasarkan sekitar Rp13,5 juta dengan desain mungil dan ringan. Motor ini memakai baterai SLA dan memiliki kemampuan jelajah sekitar 50–60 km.

Karakter itu membuatnya pas untuk mobilitas pendek di wilayah padat. Posisi duduk yang nyaman dan pengoperasian yang simpel juga menjadi nilai tambah untuk pemakaian harian.

Di kelas berikutnya, Indomobil eMotor QT hadir mulai Rp15 juta. Model ini memakai motor listrik sekitar 2.000 watt, kecepatan maksimal sekitar 70 km/jam, dan daya jelajah hingga 70 km sekali isi daya.

Fitur modern mulai merambah kelas murah

Alva N3 ditawarkan mulai Rp15,5 juta melalui sistem sewa baterai. Skema ini membuat biaya awal pembelian lebih ringan bagi konsumen yang ingin masuk ke motor listrik tanpa beban awal terlalu besar.

Selain itu, motor ini membawa desain futuristik, konektivitas smartphone, dan panel digital modern. Kombinasi tersebut membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin motor praktis tetapi tetap terlihat mutakhir.

Selis E-Max SLA juga berada di kisaran Rp15,5 juta dan menyasar pengguna yang membutuhkan bodi lebih besar. Desainnya mirip skutik bongsor, sehingga posisi berkendara terasa lebih nyaman untuk penggunaan rutin di kota.

Motor ini memiliki jarak tempuh sekitar 60–70 km dengan kecepatan maksimum sekitar 60 km/jam. Karakter itu masih cukup relevan untuk aktivitas harian yang tidak terlalu jauh.

Untuk pemakaian harian yang lebih intensif

United MX-1200 hadir mulai Rp16,8 juta dengan tampilan sporty dan tenaga motor hingga 2.200 watt. Motor ini mampu melaju hingga sekitar 65 km/jam, sementara jarak tempuhnya bergantung pada jenis baterai yang digunakan.

Varian lithium disebut mampu menempuh jarak lebih jauh dibanding varian SLA. Di sisi lain, United juga mulai memiliki jaringan layanan purna jual yang semakin luas.

Volta 401 Reguler berada di kisaran Rp18,25 juta dan cukup dikenal di kalangan pekerja harian serta driver ojek online. Motor ini memakai sistem swap battery atau tukar baterai yang membuat pengisian daya lebih praktis untuk mobilitas tinggi.

Tenaganya sekitar 1.500 watt dengan kecepatan maksimum sekitar 60 km/jam. Jika menggunakan dua baterai, jarak tempuhnya dapat mencapai sekitar 120 km.

Pilihan termahal tetap di bawah Rp20 juta

Volta Virgo menjadi salah satu opsi paling mahal di daftar ini dengan harga mulai Rp19,1 juta. Model ini membawa desain yang lebih modern, tetap mengandalkan sistem baterai swap, serta dilengkapi panel digital dan pencahayaan LED.

Untuk penggunaan intensif di dalam kota, karakter praktis seperti itu menjadi penting. Dengan pilihan yang makin banyak di bawah Rp20 juta, konsumen kini punya lebih banyak ruang untuk menimbang desain, jarak tempuh, sistem baterai, dan kebutuhan mobilitas harian sebelum memutuskan membeli motor listrik pertama mereka.

Baca Juga

Back to top button