Ramadan mendorong lonjakan perhatian pada kesehatan gigi dan mulut karena banyak orang ingin tetap nyaman saat berbuka, bersilaturahmi, dan menghadiri berbagai acara keluarga. Di tengah intensitas interaksi sosial yang meningkat, napas segar dan gigi yang tampak sehat menjadi bagian dari rasa percaya diri.
Fenomena itu ikut mengubah cara konsumen memandang oral care. Produk perawatan mulut kini tidak hanya dicari untuk kebersihan dasar, tetapi juga untuk membantu mengatasi bau mulut, gigi sensitif, dan kebutuhan tampil lebih nyaman dalam momen sosial.
Bau mulut dan mulut kering jadi keluhan utama
Saat berpuasa, produksi air liur cenderung menurun. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah berkembang dan memicu bau mulut, sehingga keluhan mulut kering menjadi salah satu masalah yang paling sering dicari solusinya selama Ramadan.
Gigi sensitif juga tak kalah banyak dikeluhkan. Perubahan suhu dari hidangan dingin saat berbuka ke makanan panas saat makan malam dapat memicu rasa ngilu, terutama pada orang dengan lapisan email gigi yang lebih tipis.
Kebutuhan tampil percaya diri ikut dorong pencarian produk
Kebutuhan sosial menjadi pemicu kuat di balik naiknya minat pada perawatan mulut. Banyak orang ingin tetap leluasa berbicara dekat dengan keluarga, rekan kerja, atau teman tanpa khawatir soal bau mulut dan ketidaknyamanan pada gigi.
Di kalangan masyarakat urban, oral care juga semakin dianggap sebagai bagian dari self-care. Perawatan gigi tidak lagi diposisikan sebagai rutinitas pelengkap, melainkan bagian dari penampilan dan kenyamanan sehari-hari.
Konsumen makin selektif memilih produk
Perubahan perilaku belanja terlihat dari cara konsumen menilai produk. Mereka kini tidak hanya mencari harga yang terjangkau, tetapi juga mempertimbangkan formula, kualitas, kenyamanan pemakaian, serta jaminan keamanan seperti sertifikasi BPOM dan halal.
Data dari usmile Indonesia menunjukkan pesanan harian di TikTok Shop melonjak hingga 228% selama Ramadan. Perusahaan itu juga mencatat diri sebagai salah satu brand premium oral care dengan penjualan tertinggi di TikTok Shop untuk kategori harga di atas Rp40.000 pada periode Ramadan hingga awal April 2026.
Edukasi digital memperkuat keputusan belanja
Lonjakan minat tersebut turut didukung oleh edukasi di ruang digital. Konten seperti podcast, live talkshow, dan penjelasan soal kebiasaan perawatan gigi membantu konsumen memahami manfaat produk dengan lebih kritis.
Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, menilai tingginya minat masyarakat menunjukkan perubahan perilaku yang makin sadar akan pentingnya kesehatan gigi. Ia menyebut edukasi mengenai kebiasaan perawatan gigi yang tepat menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan konsumen.
Hal yang paling dicari saat Ramadan
- Napas segar lebih lama untuk aktivitas sosial.
- Perlindungan bagi gigi sensitif yang mudah ngilu.
- Produk dengan sertifikasi BPOM dan halal.
- Formula yang membantu menjaga enamel gigi.
- Produk premium yang dianggap lebih aman dan efektif.
Teknologi produk ikut memengaruhi pilihan
Sejumlah teknologi perawatan mulut kini mulai banyak dilirik karena dinilai relevan dengan kebutuhan saat puasa. Enamel Repair dengan mineral alami Hydroxyapatite serta teknologi odor-neutralizing menjadi dua pendekatan yang dianggap mampu menjawab masalah gigi sensitif sekaligus bau mulut.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa Ramadan tidak hanya mengubah pola makan dan ibadah, tetapi juga menggeser cara masyarakat memandang kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian penting dari gaya hidup yang mendukung rasa nyaman dan percaya diri.
Baca selengkapnya di: www.suara.com






