Qatar harus pulang lebih cepat dari Piala Dunia 2026 setelah gagal memenuhi target di fase grup. Hasil itu langsung memantik kembali ingatan publik Indonesia pada pertemuan panas melawan Garuda Muda di Piala Asia U-23 2024.
Kegagalan ini terasa mengejutkan karena Qatar datang dengan status juara Asia dan reputasi besar di kawasan. Namun, mereka tidak mampu menjaga konsistensi performa saat persaingan grup semakin ketat.
Asa yang tak bertahan sampai akhir
Qatar sebenarnya membawa ekspektasi tinggi ke turnamen ini. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka sempat tampil menonjol di level Asia dan dianggap punya modal untuk melangkah lebih jauh.
Situasi di lapangan berkata lain. Pada laga penentuan, Qatar tidak berhasil mengamankan poin yang dibutuhkan, sehingga langkah mereka terhenti di fase grup.
Hasil tersebut menutup perjalanan Qatar lebih cepat dari banyak prediksi. Status sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan juara Asia ternyata tidak cukup untuk menjamin hasil positif di panggung dunia.
Reaksi suporter Indonesia ikut kembali mencuat
Tersingkirnya Qatar segera ramai dibahas di media sosial, terutama oleh suporter Indonesia. Banyak yang mengaitkannya dengan duel kontroversial melawan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024.
Pertandingan itu masih menyisakan perdebatan panjang karena sejumlah keputusan wasit menjadi sorotan. Bagi pendukung Garuda Muda, laga tersebut meninggalkan rasa kecewa yang belum benar-benar hilang.
Keterkaitan ini lebih banyak muncul sebagai reaksi emosional dari suporter. Nasib Qatar di Piala Dunia 2026 tetap ditentukan oleh performa mereka sendiri sepanjang fase grup.
Evaluasi besar menanti Qatar
Setelah gagal mencapai fase gugur, Qatar kini harus menata ulang langkah untuk turnamen internasional berikutnya. Evaluasi tim menjadi penting agar kegagalan serupa tidak terulang saat mereka kembali tampil di level tertinggi.
Perjalanan ini juga menjadi pengingat bahwa reputasi besar di kawasan tidak otomatis berubah menjadi hasil yang sama kuatnya di ajang global. Dalam sepak bola, detail kecil di fase grup bisa menentukan apakah sebuah tim bertahan atau harus pulang lebih cepat.
Source: www.suara.com






