Putri KW Ungkap Momen 16-16 yang Membalikkan Duel Sengit Lawan Akane

Author: Cung Media

Putri Kusuma Wardani sempat berada di posisi yang menjanjikan saat menghadapi Akane Yamaguchi pada semifinal Japan Open 2026. Dominasi pada gim pertama memberi gambaran bahwa tunggal putri Indonesia itu memiliki peluang besar untuk menembus final.

Namun, arah pertandingan berubah pada akhir gim kedua ketika skor sempat imbang 16-16. Putri menilai perubahan pola permainan Akane pada fase tersebut menjadi titik balik yang membuatnya sulit menjaga tekanan.

Putri akhirnya kalah 21-9, 16-21, 14-21 dalam duel selama 65 menit pada Sabtu (18/7). Kekalahan itu menghentikan langkahnya di empat besar, setelah ia tampil sangat meyakinkan pada gim pembuka.

Gim Putri Kusuma Wardani Akane Yamaguchi
1 21 9
2 16 21
3 14 21

Tempo Akane Berubah di Momen Kritis

Dalam rilis PBSI, Putri mengakui pertandingan melawan unggulan tuan rumah itu menguras fisik dan mental. Ia merasa kesempatan menang terbuka, tetapi tidak mampu terus menempel lawannya menjelang akhir gim kedua.

“Hari ini cukup melelahkan. Pertandingan yang menguras semua tenaga, fisik dan mental,” ujar Putri.

Menurut Putri, Akane mulai mengubah pendekatan ketika kedudukan mencapai 16-16 pada gim kedua. Lawannya banyak memainkan spekulasi pukulan depan sekaligus berusaha memperlambat tempo reli.

Strategi itu membuat ritme permainan Putri terganggu pada saat duel memasuki fase penentuan gim. Putri beberapa kali terkejut karena perubahan tempo yang dilakukan Akane, padahal sebelumnya ia mampu membangun permainan agresif.

“Sejujurnya saya merasa punya peluang menang tadi tapi sayang di gim kedua saya tidak bisa terus memepet dia menjelang akhir,” kata Putri. Akane lalu merebut gim kedua dengan skor 21-16 untuk menyamakan kedudukan.

Kesalahan Beruntun pada Gim Penentuan

Setelah gagal mempertahankan keunggulan, Putri kembali menghadapi tekanan pada gim ketiga. Ia menyebut kesalahan beruntun pada area yang sama memberi dampak besar terhadap sisa pertandingan.

Kesalahan tersebut terjadi ketika Putri mengarahkan bola ke sisi kiri pertahanan Akane. Situasi itu membuat Akane semakin leluasa menjaga keunggulan hingga menutup gim ketiga dengan skor 21-14.

“Di gim ketiga saya melakukan kesalahan beruntun di titik yang sama, sebelah kiri pertahanan Akane. Cukup berpengaruh akhirnya ke sisa jalannya pertandingan,” ujar Putri.

Kekalahan ini memperlihatkan betapa tipisnya perbedaan pada duel tiga gim tersebut. Putri mampu memenangi gim pertama dengan selisih 12 poin, tetapi Akane berhasil bangkit melalui penguasaan tempo pada dua gim berikutnya.

Langkah Semifinal Tetap Bernilai Positif

Meski gagal mencapai partai puncak, Putri memandang hasil di Japan Open 2026 tetap sebagai pencapaian positif. Perjalanannya menuju semifinal turut ditandai kemenangan penting atas wakil China, Wang Zhi Yi, pada perempat final.

Putri menilai penampilannya saat melawan Akane sudah cukup baik meski berakhir dengan kekalahan. Ia juga melihat hasil tersebut sebagai tanda permainan dan daya juangnya menjadi lebih konsisten.

“Walau terhenti di semifinal, saya cukup senang dengan pencapaian ini karena bisa menang dari Wang Zhi Yi dan tadi tampil lumayan baik melawan Akane,” katanya. Kemenangan atas Wang menjadi modal penting sebelum Putri menghadapi Akane di babak empat besar.

Menurut Putri, evaluasi dari Indonesia Open dan persiapan latihan selama sebulan ikut membantu penampilannya di turnamen ini. Fokus latihan membuatnya merasa lebih siap menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan.

“Saya belajar banyak dari hasil di Indonesia Open, dari sebulan persiapan itu saya benar-benar fokus di latihan,” ujar Putri. Ia menilai daya tahan masih menjadi aspek yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi pertandingan panjang dan ketat.

Catatan itu menjadi bekal penting bagi Putri setelah memberi perlawanan sengit kepada Akane Yamaguchi. Semifinal Japan Open 2026 tetap menghadirkan hasil berarti, terutama karena ia mampu melewati Wang Zhi Yi sebelum duel tiga gim yang menguras tenaga.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru