Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Inggris di Miami menjadi pertandingan dengan beban emosional yang berbeda bagi kedua kubu. Bagi Les Bleus, duel ini akan menjadi penampilan terakhir Didier Deschamps setelah 14 tahun memimpin tim nasional.
Di saat yang sama, Kylian Mbappe berpeluang menjadikan laga tersebut sebagai panggung untuk memperpanjang perburuan rekor gol Piala Dunia. Penyerang berusia 27 tahun itu datang dengan koleksi delapan gol pada turnamen ini dan telah mencetak 20 gol di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya.
Penutup Era Panjang Deschamps
Deschamps dipastikan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Prancis setelah Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 57 tahun itu meninggalkan jejak besar, termasuk membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Perjalanannya juga ditandai tiga penampilan semifinal Piala Dunia secara beruntun bersama Les Bleus. Karena itu, pertandingan kontra Inggris bukan sekadar laga untuk menentukan posisi ketiga, melainkan kesempatan skuad Prancis memberi penghormatan terakhir kepada sang pelatih.
Prancis tiba di Miami setelah ambisinya menuju final ketiga beruntun dihentikan Spanyol. Les Bleus kalah 0-2 pada semifinal, sehingga tidak lagi memiliki peluang merebut trofi utama turnamen.
| Tim | Hasil Semifinal | Fokus di Miami |
|---|---|---|
| Prancis | Kalah 0-2 dari Spanyol | Menutup era Didier Deschamps |
| Inggris | Kalah 1-2 dari Argentina | Memulihkan respons setelah gagal ke final |
Meski tekanan pertandingan tidak sebesar final, kemenangan tetap penting bagi Prancis untuk menutup turnamen dengan hasil positif. Para pemain juga memiliki peluang terakhir untuk mengakhiri masa kepemimpinan Deschamps dengan penampilan yang meyakinkan.
Mbappe Dekat dengan Catatan Bersejarah
Mbappe membawa motivasi pribadi yang dapat mengubah dinamika laga perebutan tempat ketiga ini. Delapan golnya membuat ia memimpin daftar pencetak gol Piala Dunia 2026.
Total 20 gol di putaran final Piala Dunia menempatkannya semakin dekat dengan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi. Setiap gol tambahan di Miami akan memperkuat posisinya dalam perburuan catatan tersebut.
Prancis berpotensi tampil lebih lepas karena tidak lagi memperebutkan gelar juara. Situasi itu bisa memberi ruang bagi lini depan Prancis untuk bermain lebih terbuka, dengan Mbappe tetap menjadi pusat ancaman.
Suara.com melaporkan kondisi fisik dan mental para pemain mulai terkuras akibat jadwal turnamen yang padat. Namun, peluang mengejar rekor tetap dapat menjadi dorongan besar bagi Mbappe apabila ia dimainkan.
Rotasi dan Tantangan Memulihkan Motivasi
Deschamps dan pelatih Inggris Thomas Tuchel diperkirakan mempertimbangkan rotasi pemain untuk laga terakhir tim mereka. Keputusan itu dapat membuka kesempatan bagi pemain yang minim menit bermain selama turnamen.
Bagi Prancis, rotasi juga dapat menjadi bentuk apresiasi kepada anggota skuad yang belum banyak memperoleh peluang. Inggris pun dapat memakai pertandingan ini untuk memberi kesempatan kepada pemain pelapis menunjukkan kemampuan di panggung internasional.
Tuchel mengakui bahwa membangkitkan kembali motivasi setelah kekalahan semifinal bukan pekerjaan sederhana. “Tidak ada satu pun dari para pemain ini, tidak ada satu pun pemain Prancis yang ingin memainkan pertandingan ini. Mereka ingin bermain di final. Kami memberikan segalanya untuk berada di final,” ujar Tuchel.
Inggris tersingkir setelah kalah 1-2 dari Argentina, seusai gagal mempertahankan keunggulan pada semifinal. Respons mereka di Miami akan menjadi perhatian, terutama saat menghadapi serangan Prancis yang dipimpin Mbappe.
Pertemuan dua tim kuat ini akan mempertemukan kebutuhan yang berbeda dalam satu pertandingan penutup. Prancis memburu kemenangan untuk mengakhiri era Deschamps dengan layak, sementara Mbappe memiliki kesempatan melanjutkan langkah menuju sejarah gol Piala Dunia.
Source: www.suara.com






