Souness Sebut Declan Rice Sudah Mentok, Nilai Posisi Bek Tengah Lebih Cocok

Graeme Souness menilai Declan Rice tidak lagi memiliki banyak ruang untuk berkembang sebagai gelandang pengatur permainan. Legenda Liverpool itu bahkan memandang pemain Arsenal tersebut lebih sesuai bermain sebagai bek tengah.

Penilaian keras itu muncul ketika Rice masih menjadi figur penting di lini tengah timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Inggris gagal mencapai final setelah kalah dari Argentina pada semifinal.

Rice ditarik keluar pada menit ke-82 dalam laga tersebut. Inggris sempat unggul lewat gol Anthony Gordon, sebelum Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan.

Kritik pada Permainan dengan Bola

Souness menyampaikan pandangannya dalam program Sports Uncensored bersama Piers Morgan, seperti dilaporkan bola.kompas.com. Ia membandingkan Rice dengan Elliott Anderson, gelandang berusia 22 tahun yang dinilainya masih memiliki peluang berkembang.

Menurut Souness, usia menjadi pembeda besar dalam penilaian terhadap keduanya. Anderson disebut masih berpotensi menambah kualitas permainannya, sedangkan Rice dianggap sudah mencapai batas kemampuan pada usia 27 tahun.

“Declan tidak akan berkembang lebih jauh, dia sudah mencapai batas kemampuannya di usia 27 tahun,” kata Souness seperti dikutip ESPN UK. Kritiknya terutama menyoroti kualitas teknis serta kecepatan Rice dalam mengambil keputusan ketika menguasai bola.

Souness tidak meragukan intensitas permainan Rice, tetapi ia mempertanyakan kemampuan sang pemain untuk menciptakan ancaman. Dalam pandangannya, Rice dan Anderson terlalu sering sekadar mengalirkan bola tanpa cukup banyak aksi yang melukai lawan.

“Saya tidak melihat cukup banyak permainan sepak bola dalam diri mereka, saya melihat mereka sebagai pemain yang hanya mengoper bola,” ujar Souness. “Saya tidak melihat mereka mampu melukai lawan.”

PemainPenilaian SounessFaktor yang Disorot
Declan RiceDinilai memiliki keterbatasan dan lebih cocok sebagai bek tengahTeknik, keputusan saat menguasai bola, serta kemampuan menciptakan ancaman
Elliott AndersonMasih punya ruang untuk berkembangUsia 22 tahun
RodriDijadikan contoh gelandang tengah idealKemampuan mengendalikan tempo pertandingan

Rodri Dijadikan Standar

Untuk menggambarkan jenis gelandang yang ia inginkan, Souness menunjuk Rodri sebagai pembanding. Ia menyoroti performa pemain Spanyol itu saat timnya mengalahkan Perancis.

Menurut Souness, Rodri tetap mampu mengontrol pertandingan meski Spanyol telah unggul satu gol. Kemampuan mengatur ritme laga itu dianggap sebagai atribut penting bagi seorang gelandang tengah kelas atas.

“Malam sebelumnya ketika Spanyol mengalahkan Perancis kita melihat pemain terbaik di dunia, Rodri,” tegas Souness. “Mereka unggul satu gol dan dia masih mampu mengendalikan permainan.”

Perbandingan tersebut menjadi dasar mengapa Souness tidak menempatkan Rice dalam kategori gelandang kelas dunia. Ia menilai kekuatan fisik dan kemampuan atletik tidak cukup tanpa kualitas mengendalikan permainan dari tengah.

“Bagi saya, Rice memiliki keterbatasan,” kata Souness. “Anda mendengar orang-orang berbicara tentang Rice sebagai pemain sepak bola kelas dunia, saya pikir dia mungkin lebih cocok sebagai bek tengah.”

Etos Kerja Tidak Dipersoalkan

Meski kritiknya tajam, Souness tetap memberi pengakuan terhadap sikap Rice. Ia memuji komitmen, daya tahan, dan kesungguhan pemain tersebut sepanjang pertandingan.

“Tidak ada yang perlu dikritik dari sikapnya terhadap permainan dan kemampuan atletiknya,” ungkap Souness. Namun, ia tidak sependapat dengan pujian terhadap kebiasaan Rice membawa bola cukup jauh sebelum melepaskan umpan.

Menurut Souness, gelandang tengah ideal harus lebih cepat membaca pilihan di sekelilingnya. Ia menilai membawa bola dalam jarak sekitar 20 yard lalu mengoper ke samping setelah dihentikan lawan bukan pola permainan yang diharapkan dari posisi tersebut.

“Sebagai pemain gelandang tengah, itu bukanlah hal yang seharusnya dilakukan,” ucap Souness. Dalam pandangannya, pemain membawa bola terlalu lama ketika tidak cukup cepat melihat opsi umpan yang tersedia.

Kritik itu hadir setelah Rice membantu Arsenal meraih gelar Liga Premier pertama dalam 22 tahun sebelum membela Inggris di turnamen global. Meski tetap menjadi salah satu andalan timnas Inggris, Souness melihat peran lebih dalam di lini pertahanan sebagai posisi yang lebih selaras dengan karakter permainan Rice.

Source: bola.kompas.com
Terkait