Posisi Tangan di Setir yang Paling Aman Ternyata Bukan 10 dan 2 Lagi

Posisi tangan saat memegang setir ternyata bukan sekadar kebiasaan, karena bisa memengaruhi kenyamanan sekaligus keselamatan saat terjadi benturan. Pakar safety menilai posisi paling aman dan ergonomis untuk pengemudi adalah jam 9 dan 3.

Standar ini penting karena berhubungan langsung dengan kendali mobil dan cara tubuh merespons saat airbag mengembang. Dalam penjelasan Bintarto Agung, Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), acuan tersebut lahir dari riset keselamatan yang sudah lama digunakan.

Kenapa 9 dan 3 lebih dianjurkan

Bintarto menjelaskan, posisi jam 9 dan 3 didukung penelitian dari Society of Automotive Engineer (SAE) dan National Highway and Traffic Safety Administration (NHTSA). Hasil kajian itu menilai posisi tersebut paling tepat untuk membantu kontrol kendaraan sekaligus menekan risiko cedera.

Menurut dia, prosedur keselamatan ini mulai diterapkan sekitar 1985 hingga 1990 setelah melalui proses riset yang panjang. Sebelumnya, banyak pengemudi terbiasa memakai posisi jam 10 dan 2 yang populer sejak sekitar 1960-an.

Dalam posisi 9 dan 3, tangan berada di titik yang lebih seimbang untuk mengendalikan arah mobil. Bintarto menilai cara ini juga lebih nyaman karena sudut tangan lebih baik saat melakukan manuver tanpa membebani bahu dan lengan.

Posisi TanganKarakter UtamaCatatan Keselamatan
Jam 9 dan 3Lebih seimbang, ergonomis, nyamanMemberi ruang lebih aman saat airbag mengembang
Jam 10 dan 2Populer sejak sekitar 1960-anSempat dianggap standar, tetapi kini bukan acuan utama

Alasan airbag ikut menentukan posisi tangan

Keamanan posisi 9 dan 3 juga berkaitan dengan jalur airbag saat mengembang. Jika tangan berada di sisi kiri dan kanan setir, kantong udara akan keluar di area antara kedua tangan, sehingga risiko cedera yang lebih parah dapat berkurang.

Dengan kondisi itu, tangan tidak berada tepat di jalur yang lebih berisiko saat sistem keselamatan bekerja sangat cepat ketika terjadi benturan. Karena itu, posisi ini dinilai lebih aman dibanding kebiasaan lama yang masih dipegang sebagian pengemudi.

Dampaknya terasa di kenyamanan harian

Posisi tangan yang tepat tidak hanya berguna saat situasi darurat, tetapi juga memengaruhi rasa nyaman dalam berkendara sehari-hari. Pengemudi yang memegang setir dengan posisi ideal cenderung lebih mudah menjaga mobil tetap stabil.

Sebaliknya, posisi yang kurang tepat bisa membuat tangan dan bahu lebih cepat lelah, terutama dalam perjalanan jauh. Kondisi itu dapat mengganggu kenyamanan dan pada akhirnya memengaruhi konsentrasi di jalan.

Bintarto menegaskan, posisi jam 9 dan 3 adalah posisi yang paling ergonomis sehingga relevan dipakai sebagai acuan saat ini. Perubahan standar ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengemudi juga perlu menyesuaikan perkembangan riset keselamatan, bukan hanya mengikuti pola lama.

Pandangan itu sekaligus mengingatkan bahwa cara memegang setir termasuk teknik mengemudi yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar. Posisi tangan yang benar membantu pengemudi mengontrol kendaraan lebih baik dan memberi perlindungan tambahan saat airbag bekerja.

Terkait