Polemik Pesta Babi Tak Menghentikan Wanam, Lumbung Pangan Papua Tetap Digenjot Meski Dikritik Adat

Polemik film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tidak membuat pembangunan lumbung pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan, berhenti. Di lapangan, proyek strategis nasional itu tetap berjalan dan pemerintah bersama pelaksana proyek masih mengklaim sejumlah fasilitas utama sudah mendekati rampung.

Di saat yang sama, perdebatan justru bergeser ke pertanyaan yang lebih mendasar: apakah pembangunan besar ini benar-benar melibatkan masyarakat adat Papua dan memberi manfaat bagi mereka. Sebagian warga memang menyambut proyek tersebut dengan harapan, tetapi kritik soal hak ulayat dan lingkungan juga makin kuat.

Progres fisik masih diklaim terus bergerak

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai viralnya film itu tidak semestinya menghentikan program cetak sawah satu juta hektare di Wanam. Menurut dia, manfaat proyek ketahanan pangan nasional baru akan terlihat dalam jangka panjang dan tidak bisa dinilai dari kondisi saat ini.

Sejumlah capaian fisik di lokasi juga disebut terus bertambah. Area jetty multipurpose dan panel surya diklaim sudah selesai dibangun sepenuhnya.

Tangki bahan bakar berkapasitas 5.000 metrik ton disebut telah mencapai 97 persen. Sementara itu, pembangunan gudang multiguna diklaim sudah menyentuh 88 persen.

Harapan warga di tengah kritik adat

Di tengah kontroversi, sejumlah warga setempat tetap menunjukkan dukungan terhadap proyek yang dikerjakan oleh beberapa pihak swasta. Salah satunya Tarsan Balagaize, yang menilai pembangunan itu diharapkan membawa manfaat tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

“Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tetapi sampai anak-cucu,” ujarnya.

Namun, dukungan warga itu juga menjadi bagian yang disorot dalam film dokumenter tersebut. Film itu memunculkan kritik mengenai potensi ancaman terhadap hak ulayat masyarakat adat dan risiko kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan dalam skala besar.

Wanam disiapkan sebagai kawasan pangan besar

Wanam diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional dengan cakupan yang lebih luas dari sekadar sawah baru. Rencana pengembangannya mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan sektor pertahanan.

Ambisi besar itu membuat proyek ini terus menjadi perhatian publik, terutama karena pertanyaan soal keterlibatan masyarakat adat Papua belum juga mereda. Di satu sisi, ada klaim bahwa pembangunan bergerak dan manfaatnya akan terasa nanti, tetapi di sisi lain kritik terhadap dampak sosial dan lingkungan tetap mengiringi jalannya proyek.

Perbedaan pandangan itu membuat lumbung pangan Wanam menjadi simbol tarik-menarik antara agenda ketahanan pangan nasional dan tuntutan perlindungan hak masyarakat adat. Selama dua kepentingan itu belum bertemu, proyek ini tampaknya masih akan terus berada di pusat sorotan.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button