Uang Pribadi Rp 20 Juta Dipakai Buru Pembunuh ASN Bangkalan, Ini Alasan Polda Jatim

Polda Jawa Timur membuka sayembara berhadiah Rp 20 juta untuk membantu melacak terduga pembunuh seorang aparatur sipil negara asal Bangkalan. Hadiah itu ditawarkan karena pelaku disebut terus berpindah tempat sehingga semakin sulit dikejar.

Langkah tersebut datang dari inisiatif pribadi Aipda Sigit Dwi Susanto, Kepala Tim Opsnal Unit III Subdirektorat III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim. Ia menegaskan dana hadiah itu berasal dari uang pribadinya, lalu ada tambahan dari sejumlah orang yang ikut prihatin dengan kasus tersebut.

Uang hadiah bukan dari institusi

Sigit menyampaikan bahwa sayembara Rp 20 juta itu bukan menggunakan dana institusi, melainkan uang pribadinya. Informasi mengenai hadiah itu tersebar lewat akun TikTok Hellboy Polisi Langit Jatanras Polda Jatim yang diketahui merupakan akun miliknya.

Dalam unggahan itu, foto terduga pelaku bernama Erlan atau E ditampilkan bersama keterangan bahwa siapa pun yang memberi informasi hingga pelaku tertangkap akan mendapat hadiah tersebut. Sigit mengatakan unggahan itu dibuat karena video terduga pelaku sudah terlanjur viral di berbagai media.

InformasiKeterangan
Nilai sayembaraRp 20 juta
Sumber danaUang pribadi Aipda Sigit Dwi Susanto
Tambahan hadiahDari sejumlah orang yang ikut prihatin
Nama terduga pelakuErlan atau E

Pelaku diduga terus berpindah lokasi

Menurut Sigit, sayembara itu muncul sebagai upaya mempersempit ruang gerak terduga pelaku. Ia berharap masyarakat ikut membantu memberi informasi agar pelaku lebih cepat tertangkap.

Sejak sayembara diumumkan, sejumlah warga disebut sudah menyampaikan informasi soal keberadaan terduga pelaku. Namun, seluruh informasi itu masih diverifikasi dan didalami oleh penyidik.

“Jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak. Jadi biar semua netizen peduli,” kata Sigit, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, informasi dari masyarakat diharapkan bisa membuat pelaku lebih mudah ditemukan meski terus bergerak. “Akhirnya pelaku nanti kalau lari ke mana pun kan akhirnya ada yang infokan ke kita. Insyaallah semoga bisa membantu mempercepat penangkapan ini,” ujarnya.

Pengejaran masih berlangsung

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan pengejaran terhadap Erlan masih terus dilakukan. Menurut dia, terduga pelaku diduga berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, bahkan keluar wilayah Jawa Timur, untuk menghindari kejaran aparat.

“Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku,” kata Jumhur kepada Kompas.com, Selasa (7/7/2026).

Penyidik juga telah berkoordinasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat terduga pelaku untuk mempersempit ruang geraknya. Polisi menyisir banyak titik karena pelaku tidak menetap di satu tempat.

Kasus bermula dari temuan jasad di mobil dinas

Kasus ini berawal saat RYS, 50 tahun, ASN yang menjabat Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP. Mobil itu terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026).

Penyidik menduga RYS menjadi korban pembunuhan setelah lebih dahulu terjerat modus love scam. Hingga kini, polisi masih memburu keberadaan Erlan yang diduga sebagai pelaku.

Source: surabaya.kompas.com
Terkait