Ciu Bekonang Masuk Daftar WBTb Jateng, Revisi Administrasi Tak Ubah Statusnya

Ciu Bekonang resmi masuk dalam 38 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I dari Jawa Tengah. Pengakuan ini menegaskan posisi tradisi penyulingan molase menjadi alkohol yang telah lama hidup di Sukoharjo.

Di saat yang sama, ada catatan administrasi yang masih harus dirapikan. Revisi itu tidak mengubah status Ciu Bekonang sebagai bagian dari WBTb Indonesia 2026 tahap I, tetapi hanya menyangkut penyesuaian dokumen.

Pengakuan untuk Tradisi yang Masih Bertahan

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebut penetapan 38 WBTb sebagai bentuk pengakuan atas budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Ia juga menilai proses ini mencerminkan kuatnya kolaborasi pelestarian budaya di tingkat kabupaten dan kota.

Hanung menambahkan bahwa penetapan tersebut menunjukkan spirit inklusivitas dalam ekosistem perlindungan budaya di daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada para maestro, budayawan, akademisi, masyarakat, serta pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang selama ini menjaga warisan budaya lintas generasi.

Apa yang Perlu Direvisi dari Ciu Bekonang

Menurut Hanung, Ciu Bekonang memerlukan perubahan domain sehingga deskripsinya harus disesuaikan. Revisi ini sifatnya administratif dan tidak memengaruhi keputusan penetapan yang sudah diumumkan.

Selain Ciu Bekonang, dua usulan lain juga memerlukan penyempurnaan. Tata Rias Pengantin Srimpi Pekalongan dan Soto Tauto Pekalongan perlu penegasan nama serta penyesuaian deskripsi, namun keduanya tetap sudah masuk dalam WBTb Indonesia 2026 tahap I.

Daftar 38 Warisan Budaya Tak Benda Jawa Tengah 2026 Tahap I

NoWarisan BudayaDaerah
1Ritual Adat UjunganBanjarnegara
2Keramik KlampokBanjarnegara
3Tari Jangkrik NgentirBoyolali
4Reog Campur Bawur Lereng Merapi MerbabuBoyolali
5Pande Besi KoripanKlaten
6Bersih Sendang SinongkoKlaten
7Sega PenekPurworejo
8ClorotPurworejo
9Wayang Gagrak BagelenanPurworejo
10Serabi NgampinSemarang
11Tempe AlakathakSukoharjo
12Slametan Gangsa AgengSukoharjo
13Ciu BekonangSukoharjo
14Wedang RondeKota Salatiga
15Sambal Tumpang KoyorKota Salatiga
16Garam RebusBrebes
17Ingkungan Syuran BanyumudalKebumen
18Tradisi MociTegal
19Balo-BaloKota Tegal
20Kupat SewuTemanggung
21Batik WonogirenWonogiri
22SrandulWonogiri
23Balon TradisionalWonosobo
24Bucu Pendem WadaslintangWonosobo
25Topeng WonosabanWonosobo
26Tata Rias Srimpi PesisiranKota Pekalongan
27Soto TautoKota Pekalongan
28Lampion Teng-TenganKota Semarang
29LenjonganKota Solo/Surakarta
30Pengantin Solo PutriKota Solo
31Asal-Usul Nama Pasar Antik TriwinduKota Solo
32Bakmi ToprakKota Solo
33Hajad Dalem Malem Selikuran Karaton Kasunanan Surakarta HadiningratKota Solo
34Ngantih TumanggalPurbalingga
35Ngalungi SapiBlora
36MinoBanyumas
37BongkelBanyumas
38SumpilKendal

Daftar ini memperlihatkan sebaran tradisi Jawa Tengah yang sangat luas, mulai dari ritual, kuliner, seni pertunjukan, hingga kerajinan dan adat. Bagi warga Sukoharjo, masuknya Ciu Bekonang menjadi penegasan bahwa tradisi lokal yang masih dipraktikkan tetap mendapat ruang dalam perlindungan budaya nasional.

Hanung berharap pengakuan ini membuat masyarakat semakin kompak menjaga dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi berikutnya. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kunci agar Jawa Tengah terus dikenal sebagai lumbung budaya.

Source: jateng.harianjogja.com
Terkait