
Pohon buah yang sudah dewasa tetapi tak kunjung berbuah sering membuat pemilik pekarangan frustrasi. Di tengah kondisi itu, infus nutrisi mulai dilirik karena cara ini memasukkan asupan hara langsung ke sistem tanaman agar bekerja lebih cepat dan lebih efisien.
Pendekatan ini menarik karena nutrisi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada serapan dari tanah. Jalur yang lebih langsung dapat membantu rangsangan pembentukan bunga, membuka peluang panen lebih lebat, dan pada beberapa kasus membuat pohon berbuah di luar musim biasanya.
Empat teknik yang bisa dipilih
Metode ini dapat diterapkan pada berbagai pohon buah dewasa yang hasilnya masih minim. Mangga, rambutan, jambu, jeruk, dan durian termasuk jenis yang disebut bisa memanfaatkan teknik ini.
Secara umum, infus nutrisi dilakukan lewat dua jalur utama, yaitu batang dan akar. Keduanya sama-sama ditujukan agar nutrisi masuk ke bagian tanaman yang aktif menyalurkan atau menyerap hara.
Teknik pertama adalah infus batang. Pada cara ini, nutrisi dimasukkan langsung ke pembuluh kayu tanaman sehingga cairan tidak perlu melewati tanah dan bisa terserap sangat langsung oleh pohon.
Untuk metode ini, alat yang dibutuhkan tergolong sederhana. Peralatan utamanya adalah bor dengan mata 3 mm, tabung infus khusus tanaman, dan cairan pupuk organik cair atau POC yang harus dalam kondisi bersih agar tidak memicu kontaminasi.
Prosesnya dimulai dengan membuat lubang pada batang sedalam sekitar 3 cm. Ujung selang infus dimasukkan sekitar 2 cm ke dalam lubang, lalu tabung diisi POC tanpa dicampur air.
Aliran cairan harus menetes lancar supaya infus bekerja efektif. Jika aliran tersendat, bagian atas tabung bisa ditusuk jarum untuk membantu tetesan.
Teknik kedua adalah infus akar menggunakan botol bekas 1,5 liter. Cara ini memanfaatkan akar-akar halus yang memiliki daya serap baik dan lebih stabil.
Bahan yang dipakai meliputi botol bekas air mineral 1,5 liter, pupuk seperti NBS atau Nutrisi Buah Super, asam amino, dan sedikit tanah dari sekitar perakaran. Botol diisi sekitar 1 liter air lebih dulu sebelum nutrisi dimasukkan.
Tahap awalnya adalah menggali tanah di sekitar pohon untuk menemukan akar kecil. Akar kecil dipilih karena penyerapannya dinilai lebih stabil dan tidak cepat habis dibandingkan akar besar.
Setelah nutrisi dicampurkan, tambahkan 2 sampai 3 genggam tanah dari sekitar perakaran. Akar kecil lalu dimasukkan ke botol hingga mencapai dasar, kemudian botol dikubur dengan posisi miring 30 sampai 45 derajat agar air hujan tidak mudah masuk.
Teknik ketiga memakai bahan alami yang mudah ditemukan di rumah. Pilihan ini dinilai lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah rumah tangga untuk membuat larutan nutrisi.
Bahan yang bisa digunakan antara lain pupuk telur, minuman isotonik seperti Pocari Sweat, micin, nanas, dan gula. Semua bahan itu difermentasi lebih dulu sebelum larutan dimasukkan ke dalam botol.
Tutup botol kemudian dilubangi kecil agar cairan menetes perlahan setiap hari. Botol ditanam di dekat perakaran, sekitar satu hingga dua jengkal dari batang utama, sehingga penetesan lambat membantu penyerapan berlangsung stabil.
Teknik keempat adalah menggabungkan pruning dan infus. Kombinasi ini diarahkan untuk mempercepat pembuahan sekaligus meningkatkan kualitas dan jumlah hasil panen.
Pemangkasan dilakukan pada cabang yang tidak produktif dan daun-daun tua. Setelah itu, infus nutrisi diberikan agar tunas baru yang muncul mendapat pasokan gizi yang cukup.
Pruning membantu mengarahkan energi tanaman ke pertumbuhan tunas yang berpotensi membawa bunga. Sementara infus memastikan tunas tersebut berkembang menjadi buah yang sehat dan berkualitas.
Dari sisi ketahanan, infus akar dengan botol 1,5 liter bisa bertahan lama. Air dalam botol dapat habis dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun, sedangkan botol biasanya perlu diganti setelah 1 sampai 2 tahun karena sudah dipenuhi akar.
Pada infus batang, lubang yang dibuat cukup kecil, yakni 3 mm. Pada infus akar, akar utama juga sebaiknya tidak dilukai berlebihan agar kesehatan pohon tetap terjaga.
Jika dikerjakan dengan hati-hati, metode ini disebut aman untuk pohon buah dewasa yang sulit berproduksi. Dengan pasokan hara yang tepat dan teknik yang sesuai, peluang pohon berbuah lebih cepat dan lebih lebat bisa meningkat sepanjang musim.





