Kebutuhan batu bara PLN tahun ini kembali menjadi perhatian karena jumlahnya besar, sementara realisasi pengiriman masih tertinggal dari target. Pemerintah kini menekankan satu hal yang dianggap paling mendesak, yakni percepatan kontrak agar pasokan untuk pembangkit tidak tersendat.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut kebutuhan PLN mencapai 154 juta metrik ton. Untuk menjaga pasokan tetap aman, pemerintah telah menugaskan badan usaha pertambangan dengan total volume 212 juta metrik ton.
Penugasan DMO Masih Harus Dikejar
Kementerian ESDM memantau kepatuhan penyaluran Domestic Market Obligation atau DMO secara berkala, baik untuk kebutuhan kelistrikan maupun non-kelistrikan. Langkah ini diambil agar pasokan domestik tetap terjaga sesuai volume yang sudah ditetapkan.
Hingga Mei 2026, dari total penugasan 212 juta metrik ton, sebanyak 144 juta metrik ton sudah dikontrakkan. Namun, perkiraan realisasi pengiriman baru berada di angka 130,5 juta metrik ton, sehingga masih ada jarak yang perlu dikejar.
| Aspek | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Kebutuhan PLN | 154 juta metrik ton | Target pasokan batu bara tahun ini |
| Total penugasan ke badan usaha | 212 juta metrik ton | Volume yang diberikan pemerintah |
| Sudah dikontrakkan | 144 juta metrik ton | Posisi hingga Mei 2026 |
| Perkiraan realisasi pengiriman | 130,5 juta metrik ton | Estimasi pengiriman yang akan terealisasi |
Kontrak Jadi Titik Penentu
Tri menegaskan PLN EPI perlu mempercepat proses kontrak agar penugasan yang sudah ada bisa segera berubah menjadi pengiriman ke PLTU. Menurut dia, kontrak menjadi dasar pelaksanaan pengiriman batu bara ke pembangkit.
Pemerintah juga ingin pasokan untuk semester II 2026 tetap aman, baik dari sisi waktu pengiriman maupun spesifikasi batu bara yang dibutuhkan pembangkit. Karena itu, koordinasi antara PLN EPI dan badan usaha pertambangan terus didorong supaya proses berjalan lebih cepat.
Selisih antara volume penugasan, kontrak, dan realisasi pengiriman menjadi alasan utama pemerintah memberi perhatian khusus pada persoalan ini. Dengan kebutuhan PLN sebesar 154 juta metrik ton, kepatuhan pasokan batu bara dinilai penting bagi keandalan listrik nasional.
Tri menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa penyelesaian kontrak harus terus dilakukan agar kebutuhan pembangkit bisa dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi yang diperlukan.
Source: finance.detik.com






