Plaza Seremoni di Ibu Kota Nusantara berhasil membawa kawasan baru itu meraih pengakuan internasional. Desain lanskapnya mendapat Honour Award pada Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award profesional.
Capaian ini menegaskan bahwa IKN bukan hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai kota dengan ruang publik yang dirancang serius. Otorita Ibu Kota Nusantara menilai penghargaan tersebut memperkuat posisi IKN sebagai kota yang menyeimbangkan estetika, fungsi, dan keberlanjutan.
Ruang publik di jantung kawasan kebangsaan
Plaza Seremoni berada di Kawasan Sumbu Kebangsaan, tepat di depan Istana Negara dan Istana Garuda. Lokasinya menempatkan ruang ini sebagai bagian strategis dari pusat pemerintahan baru yang tetap terbuka untuk masyarakat.
Konsepnya mengusung reinterpretasi modern alun-alun Indonesia. Dengan pendekatan itu, kawasan ini disiapkan sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, dan memperkuat konektivitas sosial di tengah lingkungan pemerintahan.
Dirancang lebih dari sekadar area seremonial
Plaza Seremoni tidak hanya diproyeksikan untuk kegiatan kenegaraan. Kawasan ini juga disiapkan untuk aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi warga.
Fasilitas yang tersedia meliputi amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, ruang terbuka hijau, galeri UMKM, dan area komunal. Seluruh elemen itu diarahkan untuk menghadirkan ruang kota yang nyaman sekaligus tetap aktif digunakan.
Pendekatan ekologis jadi bagian penting desain
Dari sisi lingkungan, desain kawasan ini menerapkan prinsip ekologis dengan memanfaatkan kontur alami dan sistem pengelolaan tata air modern. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam di tengah pembangunan kota baru.
Otorita IKN menempatkan prinsip itu sebagai bagian penting dari arah pembangunan sejak awal. Melalui rancangan seperti Plaza Seremoni, IKN ingin menunjukkan bahwa kota modern bisa tumbuh tanpa melepaskan identitas lanskap dan keberlanjutan.
Penghargaan MLAA 2026 diserahkan pada 20 Juni 2026. Basuki Hadimuljono menyebut pencapaian ini sebagai bentuk pengakuan atas konsep pembangunan IKN yang mengintegrasikan lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat.
