PKS Jawa Timur dan Partai Demokrat Jawa Timur ingin membawa komunikasi politik mereka ke tahap yang lebih konkret, yakni program yang langsung menjawab kebutuhan warga. Kesepahaman itu diarahkan untuk memperkuat dukungan terhadap pembangunan daerah, bukan sekadar memperbanyak agenda pertemuan.
Kerja sama antarkedua partai juga diproyeksikan menjangkau kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Gagasan tersebut dinilai dapat memberi manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat persatuan dalam pelayanan publik.
Kolaborasi Tak Berhenti di Ruang Pertemuan
Komitmen itu mengemuka dalam silaturahmi politik di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Surabaya, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran pengurus dua partai yang sama-sama mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Rombongan PKS dipimpin Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana. Mereka diterima Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran pengurus Demokrat Jatim.
Bagus menilai komunikasi yang baik di antara kekuatan politik penting untuk membangun sinergi yang lebih kuat. Menurutnya, kedua partai memiliki tanggung jawab bersama dalam mendukung keberhasilan pembangunan Jawa Timur melalui program yang berpihak kepada rakyat.
“Kami sengaja mengagendakan silaturahmi ini karena ingin memperkuat kolaborasi dengan sesama partai pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Bagus. Ia berharap komunikasi tersebut dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Timur.
Bagus menekankan bahwa hubungan politik tidak seharusnya hanya bertumpu pada agenda seremonial. Pertemuan antarpihak, menurutnya, perlu menjadi pintu masuk bagi kerja sama berkelanjutan dalam menjawab persoalan warga.
“Kita ingin kebersamaan ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini, tetapi berlanjut dalam kerja nyata, saling mendukung program-program yang berpihak kepada rakyat serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” katanya. Pernyataan itu menjadi penekanan utama atas arah kolaborasi PKS dan Demokrat di Jawa Timur.
Filosofi 3T sebagai Dasar Hubungan Politik
Dalam dialog itu, Bagus memperkenalkan filosofi 3T yang disebut menjadi semangat PKS dalam membangun relasi antarlembaga dan antarpartai. Tiga tahapan tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan yang substansial sebelum diwujudkan dalam tindakan bersama.
| Tahapan | Makna | Arah Hubungan |
|---|---|---|
| Ta’aruf | Saling mengenal | Membuka komunikasi antarpihak |
| Tafahum | Saling memahami | Memperdalam pemahaman dan kepentingan bersama |
| Ta’awun | Saling menolong dan menguatkan | Mendorong kerja sama untuk masyarakat |
“T yang pertama adalah Ta’aruf, saling mengenal. Kedua Tafahum, saling memahami,” jelas Bagus.
Ia menyebut tahap berikutnya adalah Ta’awun, yaitu semangat saling menolong dan saling menguatkan. Bagus berharap relasi PKS dan Demokrat berkembang melalui tahapan itu agar manfaat kolaborasi dapat dirasakan masyarakat.
Dialog Politik Didorong Sampai Daerah
Emil, yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur, menyambut positif silaturahmi tersebut. Ia menyebut kedua partai mempunyai sejarah kebersamaan yang perlu terus dirawat demi kepentingan masyarakat Jawa Timur.
“Kami senang sekali bisa kembali mempererat tali persaudaraan dengan PKS. Kita memiliki sejarah kebersamaan yang panjang, dan hari ini kami ingin terus merawatnya demi kepentingan masyarakat Jawa Timur,” ujar Emil.
Selain membahas pembangunan daerah, kedua pihak bertukar pandangan mengenai dinamika politik nasional dan perkembangan sistem kepemiluan pascaputusan Mahkamah Konstitusi. Emil menilai tantangan pembangunan ke depan membutuhkan komunikasi yang lebih intensif di antara kekuatan politik.
Perubahan kondisi fiskal dan beragam persoalan masyarakat menjadi alasan perlunya ruang dialog yang terbuka. Dengan komunikasi tersebut, solusi yang dihasilkan diharapkan lebih komprehensif dan selaras dengan kebutuhan daerah.
Emil berharap komunikasi antara PKS dan Demokrat tidak hanya berlangsung di tingkat provinsi. Dialog dan kolaborasi serupa juga diharapkan dapat menjangkau tingkat kabupaten dan kota.
Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris DPW PKS Jatim Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, Bendahara Nonot Suhartono, serta sejumlah pengurus dan anggota DPRD Jawa Timur. Di akhir pertemuan, Bagus mengajak seluruh peserta menjaga semangat kebersamaan untuk menguatkan Jawa Timur.
