PKH dan Sembako Triwulan III Mulai Cair 20 Juli, Data Penerima Masih Dibersihkan

Author: Cung Media

Pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT atau sembako untuk triwulan III dijadwalkan mulai 20 Juli. Namun, sebelum dana disalurkan, Kementerian Sosial masih merampungkan pembersihan dan pemutakhiran data penerima manfaat.

Proses itu berjalan setelah Kemensos menerima data terbaru dari Badan Pusat Statistik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pembersihan data ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari, sehingga penyaluran bisa mengikuti daftar penerima yang sudah diperbarui.

Komposisi Penerima Berubah Setelah Data Diperbarui

Pembaruan data membuat susunan penerima bansos ikut berubah. Sebagian keluarga penerima manfaat tetap masuk daftar, sebagian lain tidak lagi memenuhi syarat, dan penerima baru juga akan muncul setelah verifikasi terbaru.

Gus Ipul menegaskan, perubahan itu merupakan konsekuensi dari pemutakhiran agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Menurut dia, bansos harus diterima oleh keluarga yang masih berhak sesuai kondisi terkini.

Informasi Utama Rincian
Jenis bansos PKH dan BPNT atau bantuan sembako
Periode penyaluran Triwulan III
Waktu mulai cair 20 Juli
Status data Masih cleansing dan pemutakhiran berdasarkan data terbaru dari BPS

Daerah Diminta Aktif Memperbarui Data

Kemensos memberi apresiasi kepada pemerintah daerah yang aktif melakukan pembaruan data. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur disebut sebagai tiga provinsi yang paling aktif, sementara Kota Bekasi tercatat sebagai kota dengan pemutakhiran data terbanyak.

Data yang dipakai berasal dari daerah, sehingga akurasinya sangat bergantung pada pembaruan di tingkat lokal. Alurnya dimulai dari RT/RW, lalu masuk ke operator data desa atau kelurahan, dibahas melalui musyawarah, diteruskan ke Dinas Sosial, ditetapkan bupati atau wali kota, lalu dikirim ke Kemensos.

Verifikasi BPS Jadi Tahap Lanjutan

Setelah diterima Kemensos, data diteruskan ke BPS untuk diverifikasi dan divalidasi. Setiap tiga bulan, hasil pemutakhiran yang sudah diverifikasi akan kembali diserahkan ke Kemensos untuk menjadi dasar penyaluran bansos berikutnya.

Gus Ipul menekankan bahwa alur ini dirancang agar bantuan diterima oleh keluarga yang memang berhak. Ia menilai pembaruan berkala menjadi kunci supaya distribusi tidak meleset dari sasaran.

Bansos Mulai Dipadukan Dengan Pemberdayaan

Selain pembaruan data, pemerintah juga mulai mengintegrasikan bansos dengan program pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini menjadi bagian dari paradigma baru pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan semangat “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”.

Gus Ipul mengatakan penerima yang sudah tepat sasaran nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemberdayaan agar keluarga bisa naik kelas. Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu KPM didorong mengikuti program pemberdayaan pada tahun ini.

Ada tiga bentuk pemberdayaan yang disiapkan sesuai asesmen masing-masing keluarga penerima manfaat, yaitu peningkatan keterampilan, penguatan akses, dan penguatan aset.

“Ya kita coba apanya dulu, (misal) mereka butuh peningkatan keterampilan atau mereka butuh tambahan aset, tempat untuk usaha misalnya, atau mungkin juga yang ketiga aksesnya dibuka, mungkin dikerjasamakan dengan banyak pihak,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/7).

Kemensos berharap penerima yang mengikuti pemberdayaan ke depan tidak lagi bergantung pada bansos, tetapi bisa mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar. Dengan begitu, bantuan sosial tidak hanya menjadi penopang sementara, tetapi juga pintu masuk menuju kemandirian ekonomi.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru