PT Pindad akhirnya memberi penjelasan setelah Presiden Prabowo Subianto mengeluhkan atap Maung MV3 Garuda Limousine yang sempat bocor saat dipakai sebagai mobil dinas. Perusahaan menyebut masalah itu muncul pada awal penggunaan dan sudah ditangani melalui pemeriksaan serta perbaikan menyeluruh.
Penjelasan ini menjadi penting karena Maung MV3 Garuda Limousine bukan sekadar kendaraan dinas, tetapi juga bagian dari simbol penggunaan produk dalam negeri untuk kebutuhan kenegaraan. Dalam cerita yang disampaikan Prabowo, mobil itu tetap digunakan meski sempat menimbulkan persoalan teknis di lapangan.
Pindad sebut kebocoran terjadi di awal pemakaian
Pindad mengatakan kebocoran atap pada Maung MV3 Garuda Limousine terjadi pada fase awal penggunaan kendaraan. Setelah menerima masukan, tim teknis perusahaan langsung melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar masalah tidak berlarut.
Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Pindad pada Jumat (12/06). Perusahaan juga menegaskan bahwa perbaikan dilakukan cepat setelah evaluasi dilakukan terhadap kendaraan tersebut.
Sunroof ditambahkan atas permintaan khusus
Pindad menjelaskan bahwa Maung MV3 Garuda Limousine awalnya tidak dirancang memakai sunroof. Namun, beberapa hari sebelum pelantikan Prabowo sebagai presiden, ada permintaan untuk menambahkan fitur itu.
Tambahan sunroof diperlukan agar Presiden RI bisa menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Perubahan desain itu dilakukan untuk mendukung kebutuhan protokoler dan interaksi di lapangan.
Masalah teknis tidak menghentikan pemakaian Maung
Dalam penuturannya, Prabowo sempat menyebut mobil itu tetap dipakai meski menghadapi kendala saat melintasi jalan menanjak. Ia menggambarkan Maung sebagai mobil yang “gledak-gledak” ketika dipakai naik gunung, tetapi tetap dipilih karena alasan nasionalisme.
Situasi ini menunjukkan bahwa kendaraan dinas presiden tetap harus menghadapi penyesuaian teknis saat dipakai dalam kondisi nyata. Hujan deras, medan menanjak, dan kebutuhan protokoler membuat aspek kenyamanan serta ketahanan kendaraan ikut mendapat perhatian.
Respons cepat jadi fokus utama
Klarifikasi Pindad menempatkan respons cepat sebagai poin utama dalam penanganan keluhan tersebut. Perusahaan menekankan bahwa masalah tidak dibiarkan, melainkan langsung diperiksa dan diperbaiki oleh tim teknis.
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa kendaraan baru tetap bisa membutuhkan penyesuaian ketika masuk ke penggunaan sehari-hari. Bagi kendaraan dinas presiden, detail seperti atap, sunroof, dan ketahanan di berbagai medan menjadi bagian penting dari penilaian akhir.
Source: otomotif.katadata.co.id






