Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen paling besar dalam sejarah FIFA dari sisi sebaran stadion dan jumlah laga. Sebanyak 16 stadion di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat disiapkan untuk menggelar 104 pertandingan sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Namun, dari semua negara tuan rumah, Amerika Serikat tampil paling dominan. Negeri itu mendapat jatah 11 stadion, jauh meninggalkan Meksiko dengan tiga venue dan Kanada yang hanya menyiapkan dua stadion.
Final dan laga pembuka di dua stadion ikonik
Sorotan utama turnamen langsung mengarah ke dua arena paling prestisius. Estadio Azteca di Mexico City akan menjadi lokasi pertandingan pembuka, sementara MetLife Stadium di kawasan New York/New Jersey dijadwalkan menggelar final pada 19 Juli 2026.
Penunjukan Estadio Azteca juga membawa nilai sejarah tersendiri. Stadion itu akan menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia yang menjadi tuan rumah pertandingan di tiga edisi berbeda.
Di sisi lain, MetLife Stadium dipilih untuk laga puncak karena kapasitasnya yang mencapai lebih dari 80 ribu penonton. Arena ini menjadi salah satu stadion terbesar dalam daftar venue Piala Dunia 2026.
Kanada dan Meksiko berbagi porsi lebih kecil
Kanada hanya menempatkan dua stadion dalam daftar venue, yaitu BMO Field di Toronto dan BC Place di Vancouver. BMO Field dikenal sebagai kandang Toronto FC di MLS dan akan menggelar laga fase grup hingga babak gugur.
BC Place menjadi stadion multifungsi beratap dengan kapasitas lebih dari 50 ribu penonton. Venue di Vancouver itu tercatat sebagai stadion terbesar Kanada dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Meksiko menyiapkan tiga stadion yang tersebar di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey. Selain Estadio Azteca, FIFA juga memilih Estadio Akron dan Estadio BBVA untuk ikut menjadi tuan rumah.
Estadio Akron dikenal sebagai stadion modern, sedangkan Estadio BBVA dikenal sebagai salah satu stadion sepak bola paling modern di Amerika Latin. Stadion di Monterrey itu juga menonjol berkat latar pegunungan yang khas.
Pusat turnamen ada di Amerika Serikat
Porsi terbesar memang berada di Amerika Serikat, yang menempatkan 11 stadion sebagai tulang punggung turnamen. Sebaran itu menunjukkan betapa besar peran negara tersebut dalam menopang format baru Piala Dunia dengan 48 tim peserta.
AT&T Stadium di Dallas menjadi salah satu venue tersibuk dan akan menggelar jumlah pertandingan terbanyak, termasuk semifinal. Mercedes-Benz Stadium di Atlanta juga masuk daftar utama dan dijadwalkan menjadi tuan rumah laga-laga penting hingga babak semifinal.
Di wilayah barat, SoFi Stadium di Los Angeles membawa citra modern dan mewah ke panggung Piala Dunia 2026. Lumen Field di Seattle hadir dengan kapasitas hampir 70 ribu penonton dan dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang meriah.
Hard Rock Stadium di Miami, Lincoln Financial Field di Philadelphia, dan Gillette Stadium di kawasan Boston juga masuk daftar venue pilihan FIFA. NRG Stadium di Houston serta Arrowhead Stadium di Kansas City akan menambah bobot kompetisi dengan laga fase grup dan babak gugur.
Levi’s Stadium yang mewakili San Francisco Bay Area juga akan dipakai untuk fase gugur, meski secara lokasi berada di Santa Clara, California. Keberadaan stadion-stadion ini membuat Amerika Serikat menjadi pusat utama penyelenggaraan turnamen sepanjang musim panas 2026.
Turnamen terbesar FIFA di Amerika Utara
Skala Piala Dunia 2026 tidak hanya ditentukan oleh 48 tim peserta, tetapi juga oleh bentang geografis penyelenggaraannya. Untuk pertama kalinya, FIFA menggelar turnamen dengan jaringan stadion yang tersebar di tiga negara sekaligus di Amerika Utara.
Kombinasi stadion ikonik, arena modern, dan kota-kota besar membuat Piala Dunia 2026 tampil dengan ambisi yang jauh lebih besar dari edisi-edisi sebelumnya. Dari Toronto hingga Mexico City, dari Dallas hingga Seattle, setiap venue akan ikut membentuk panggung utama sepak bola dunia pada musim panas 2026.
