BRI berhasil membawa wealth management ke level yang lebih kompetitif setelah meraih predikat Best Private Bank di Indonesia pada ajang Global Private Banking Innovation Awards 2026. Penghargaan yang diumumkan di Singapura itu menegaskan bahwa persaingan private banking kini tidak lagi hanya soal produk, tetapi juga kualitas pendampingan nasabah.
Di tengah kebutuhan finansial yang makin kompleks, BRI menempatkan wealth management sebagai layanan advisory yang membantu nasabah affluent dan high net worth individuals mengambil keputusan yang lebih terukur. Pendekatan ini menjadi pembeda utama dalam strategi perusahaan untuk membangun kepercayaan dan memperkuat pengalaman nasabah.
Pertumbuhan yang ikut menguatkan posisi BRI
Transformasi wealth management BRI tidak hanya terlihat dari penghargaan, tetapi juga dari hasil bisnis yang menyertainya. Hingga Desember 2025, jumlah investor baru tumbuh 280,68 persen, sementara dana kelolaan reksa dana atau mutual fund under management naik 93,31 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa perbaikan layanan ikut mendorong partisipasi investor dan memperbesar pengelolaan aset. Dalam konteks private banking, capaian ini penting karena menandakan strategi layanan mampu mengubah minat nasabah menjadi pertumbuhan yang nyata.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan penghargaan ini mencerminkan semakin pentingnya wealth management dalam mendampingi nasabah menghadapi kebutuhan finansial yang semakin kompleks. Menurut dia, nasabah kini membutuhkan lebih dari sekadar akses ke solusi keuangan.
Aris menambahkan bahwa nasabah juga memerlukan perspektif dan pendampingan agar keputusan yang diambil lebih terukur. BRI pun melihat pengelolaan aset bukan hanya soal menciptakan nilai, tetapi juga menjaga dan meneruskan nilai tersebut lintas generasi.
Advisory jadi pembeda di layanan premium
BRI mengembangkan wealth management dengan pendekatan advisory yang didukung tenaga profesional berpengalaman dan tersertifikasi. Layanan ini mencakup perencanaan investasi, perlindungan aset, pensiun, hingga pewarisan aset lintas generasi.
Pendekatan tersebut diperkuat oleh jaringan nasabah prima BRI yang tersebar luas di Indonesia. Jaringan ini mencakup 43 outlet, termasuk 2 Signature Private BRI Outlet dan 41 Sentra Layanan BRI Prioritas, serta 152 Priority Lounge.
Aris menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan nasabah menjadi fondasi pengembangan wealth management BRI. Dari sana, perseroan menyusun solusi yang disesuaikan dengan karakteristik dan tujuan finansial setiap nasabah.
Pola layanan seperti ini penting di segmen private banking karena setiap nasabah memiliki kebutuhan yang berbeda. BRI menempatkan layanan sebagai mitra jangka panjang, bukan sekadar penyedia produk keuangan.
Pencapaian di Global Private Banker itu juga memperlihatkan dampak transformasi layanan terhadap kepercayaan nasabah. BRI menyebut penghargaan tersebut sebagai refleksi dari kepercayaan yang diberikan nasabah kepada perseroan.
Sejalan dengan komitmen menjadi Satu Bank untuk Semua, BRI berkomitmen terus menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif. Arah ini ditujukan untuk membantu nasabah membangun, menjaga, dan meneruskan aset secara berkelanjutan.
