Petrosea Buka Lapis Baru di Emas, Taruhan Rp249,4 Miliar Atas Tolu Minerals

PT Petrosea Tbk resmi memperluas langkah bisnisnya ke tambang emas melalui investasi di Tolu Minerals Limited, perusahaan tambang yang berbasis di Papua Nugini. Aksi ini menandai pergeseran penting bagi emiten jasa pertambangan yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, karena Petrosea tidak hanya melayani industri tambang, tetapi juga mulai masuk langsung ke aset komoditas emas.

Langkah tersebut menunjukkan strategi diversifikasi yang lebih agresif. Petrosea melihat emas sebagai komoditas dengan prospek jangka panjang yang tetap menarik, sekaligus sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti jasa pertambangan.

Investasi Rp249,4 miliar lewat convertible note

Presiden Direktur PTRO Michael menyampaikan bahwa Petrosea telah menuntaskan binding offer pada 20 April 2026 untuk investasi dalam instrumen convertible note milik Tolu. Skema ini menempatkan Petrosea sebagai pemberi dana sekaligus membuka peluang kepemilikan saham di perusahaan tambang tersebut.

Nilai komitmen investasi Petrosea mencapai 23,75 juta dolar Australia. Dengan asumsi kurs Rp10.500 per dolar Australia, jumlah itu setara sekitar Rp249,4 miliar.

Instrumen tersebut juga memberi hak bagi Petrosea untuk mengonversi catatan investasi menjadi 14,6 juta saham baru Tolu. Harga konversinya ditetapkan 1,625 dolar Australia per saham, sehingga investasi ini memiliki dua sisi, yakni pendanaan dan potensi kepemilikan langsung.

Peluang sinergi di Papua Nugini

Petrosea tidak memandang investasi ini semata sebagai penempatan dana. Perseroan juga melihat peluang sinergi yang lebih luas seiring rencana pengembangan proyek Tolu menuju fase produksi.

Michael menyebut Petrosea menilai ada ruang kerja sama yang kuat di proyek tersebut. Peluang itu termasuk kemungkinan penyediaan jasa pertambangan dan layanan pendukung lain yang dibutuhkan dalam operasional Tolu.

Pendekatan ini membuat langkah Petrosea terasa lebih strategis. Perusahaan tidak hanya mengejar imbal hasil finansial, tetapi juga membuka jalan bagi kontribusi bisnis yang lebih luas di sektor emas.

Profil Tolu Minerals dan aset yang dimiliki

Tolu Minerals tercatat di Australian Securities Exchange atau ASX. Saat ini, perusahaan tersebut mengoperasikan Tambang Emas Tolukuma di Papua Nugini dan memiliki sejumlah proyek eksplorasi di kawasan Pacific Ring of Fire.

Kawasan itu dikenal sebagai wilayah dengan kandungan mineral emas dan tembaga yang besar. Keberadaan tambang aktif dan proyek eksplorasi membuat Tolu menjadi mitra yang relevan bagi Petrosea dalam memperluas eksposurnya ke bisnis komoditas.

Aset yang dimiliki Tolu juga memberi dasar bagi kerja sama yang tidak berhenti pada pendanaan. Kombinasi antara produksi yang sudah berjalan dan potensi pengembangan proyek memberi peluang bagi Petrosea untuk masuk ke fase bisnis yang lebih terintegrasi.

Diversifikasi di luar jasa pertambangan

Petrosea memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun sebagai perusahaan multidisiplin. Portofolionya mencakup Engineering, Procurement and Construction atau EPC, jasa pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik sektor migas.

Melalui investasi ke Tolu Minerals, Petrosea memperluas eksposur ke emas tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai penyedia jasa tambang dan solusi industri. Strategi ini memberi perusahaan ruang untuk membangun model bisnis yang lebih beragam.

Jika proyek Tolu bergerak lebih jauh ke tahap produksi, posisi Petrosea berpotensi menjadi lebih penting. Keterlibatan sebagai investor dan calon mitra operasional membuat langkah masuk ke tambang emas ini memiliki bobot strategis yang lebih besar daripada sekadar penempatan modal.

Terkait