Spanyol melaju ke final dengan senjata yang paling sulit ditembus lawan: pertahanan yang sangat rapat. Kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal Dallas Stadium kembali menegaskan bahwa La Furia Roja tidak hanya kuat saat menyerang, tetapi juga nyaris tak memberi ruang untuk lawan bernapas.
Sepanjang turnamen, Spanyol mencatat enam clean sheet dari tujuh pertandingan. Hingga semifinal berakhir, mereka baru kebobolan satu gol, dan itu terjadi saat menyingkirkan Belgia 2-1 di perempat final.
Disiplin yang membuat lawan buntu
Sejak fase grup, Spanyol tampil dengan organisasi pertahanan yang sangat rapi. Lini belakang mereka menutup ruang dengan efektif, membuat lawan kesulitan menemukan peluang bersih di area berbahaya.
Situasi itu kembali terlihat saat menghadapi Prancis. Kylian Mbappe dan rekan-rekannya dibuat tidak leluasa karena aliran serangan mereka terputus sebelum mencapai titik yang benar-benar mengancam.
| Laga | Hasil | Catatan Pertahanan |
|---|---|---|
| vs Cape Verde | 0-0 | Clean sheet |
| vs Arab Saudi | 4-0 | Clean sheet |
| vs Uruguay | 1-0 | Clean sheet |
| vs Austria | 3-0 | Clean sheet |
| vs Portugal | 1-0 | Clean sheet |
| vs Belgia | 2-1 | Satu-satunya kebobolan |
| vs Prancis | 2-0 | Clean sheet |
Mbappe dibatasi, Simon dan Cucurella menonjol
Prancis sempat mencoba memaksimalkan kecepatan Mbappe untuk menekan Spanyol, tetapi ruang geraknya terus dibatasi. Upaya itu tidak cukup untuk mengubah serangan menjadi peluang bersih yang benar-benar mengancam.
Unai Simon ikut memainkan peran penting dengan beberapa kali keluar dari sarang untuk mengamankan bola. Marc Cucurella juga mencuri perhatian lewat tekel bersih yang menggagalkan peluang Mbappe pada babak kedua.
Lini tengah Spanyol turut membantu menjaga kestabilan permainan. Penguasaan bola mereka membuat serangan lawan kerap terhenti sebelum masuk ke area berbahaya.
Perjalanan yang seimbang dari awal hingga semifinal
Rangkaian hasil Spanyol menunjukkan keseimbangan yang jarang terlihat dalam satu turnamen. Mereka memulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde, lalu menang besar atas Arab Saudi sebelum menaklukkan Uruguay dengan skor tipis.
Di fase gugur, pola itu tetap terjaga. Austria dilibas 3-0, Portugal dikalahkan 1-0, Belgia dilewati 2-1, lalu Prancis tumbang 2-0 di semifinal.
Modal ini membuat Spanyol memasuki partai puncak dengan kepercayaan diri tinggi. Luis de la Fuente membawa timnya ke final bukan hanya lewat gol-gol penting, tetapi juga berkat kemampuan menjaga gawang tetap aman hampir sepanjang turnamen.
Dengan pertahanan seperti itu, Spanyol tinggal menunggu lawan berikutnya dari duel Inggris kontra Argentina. La Furia Roja kini punya alasan kuat untuk percaya diri karena lini belakang mereka sudah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di turnamen ini.
