Persib Mulai Bedah Low Block, Igor Tolic Siapkan Jawaban untuk Ujian Terberat

Persib Bandung memilih langsung membedah persoalan yang kerap membuat tim penyerang frustrasi, yakni menghadapi lawan dengan pertahanan low block. Materi itu dimasukkan sejak awal pramusim karena Igor Tolic menilai ruang untuk mencetak peluang akan jauh lebih sempit ketika lawan bertahan sangat dalam.

Tantangan tersebut menjadi penting menjelang Piala Presiden 2026, saat Maung Bandung ingin membangun serangan yang lebih matang. Persib tidak hanya mengejar kebugaran pemain setelah libur, tetapi juga mencari pola kolektif untuk menghadapi lawan yang menutup area di depan kotak penalti.

Ruang Sempit Menjadi Masalah Utama

Low block merupakan pendekatan bertahan dengan garis pertahanan ditempatkan lebih dekat ke area sendiri. Skema ini membuat tim penyerang lebih sulit menemukan celah untuk mengirim umpan, melakukan pergerakan tanpa bola, dan menciptakan peluang dari jarak dekat.

Bagi Persib, persoalannya bukan sekadar membawa bola ke area serangan. Tim juga perlu menyatukan keputusan pemain saat mencari ruang, mengalirkan bola, serta mengantisipasi perubahan situasi ketika serangan gagal.

Tolic menyebut membongkar pertahanan rendah sebagai salah satu pekerjaan paling sulit dalam sepak bola. Karena itu, ia ingin pemain membiasakan diri dengan situasi tersebut jauh sebelum pertandingan kompetitif dimulai.

“Menyerang ke tim yang menerapkan pertahanan low block adalah sesuatu yang sangat sulit dalam sepak bola. Jadi, kami melakukannya sejak dini dan ada waktu 5-6 pekan untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Tolic, seperti dikutip Beritasatu.

Latihan Beralih ke Materi Taktikal

Sebelum memasuki latihan taktik, skuad Persib menjalani program pemulihan kebugaran selama sepekan. Setelah kondisi pemain meningkat, materi taktikal mulai diberikan di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api pada Kamis, 16 Juli 2026.

Fokus latihan itu mencakup komunikasi saat bertahan dan menyerang sebagai satu kesatuan. Tolic juga menaruh perhatian pada serangan balik, transisi permainan, serta cara tim bergerak bersama ketika menghadapi pertahanan lawan.

“Pada dasarnya, latihan saat ini soal komunikasi bagaimana ketika kami bertahan dan menyerang bersama-sama, melakukan serangan balik dan menyerang ke pertahanan,” kata Igor Tolic. Penekanan tersebut menunjukkan Persib ingin membangun respons tim, bukan hanya mengandalkan kemampuan individu untuk memecah kebuntuan.

Transisi Dipertahankan sebagai Kekuatan

Selain mencari jawaban atas pertahanan rapat, Persib tetap menjaga perhatian pada transisi permainan. Aspek itu disebut sebagai salah satu kekuatan tim ketika menjuarai Super League 2025/2026.

Transisi diperlukan saat tim berpindah dari bertahan ke menyerang maupun dari menyerang ke bertahan. Komunikasi yang lebih rapi diharapkan membantu pemain bereaksi lebih cepat tanpa kehilangan organisasi permainan.

Materi latihan juga memiliki dampak defensif karena Persib ingin membuat pertahanannya lebih sulit ditembus sepanjang musim 2026/2027. Dengan demikian, persiapan tidak hanya berorientasi pada cara mencetak gol, melainkan juga menjaga keseimbangan ketika bola berpindah penguasaan.

Kondisi Dua Pemain Persib

Program latihan masih menyesuaikan kondisi sejumlah pemain yang belum sepenuhnya tersedia. Gabriel Mutombo absen karena sakit, sedangkan Febri Hariyadi masih menjalani pemulihan cedera bersama fisioterapis klub.

PemainKondisiKeterangan
Gabriel MutomboAbsenSakit
Febri HariyadiPemulihanMenjalani terapi bersama fisioterapis klub

Waktu lima hingga enam pekan yang disebut Tolic akan dimanfaatkan untuk mematangkan koordinasi sebelum Persib memasuki agenda kompetitif. Upaya membongkar low block akan berjalan beriringan dengan peningkatan kebugaran, penguatan pertahanan, dan pembenahan transisi permainan.

Source: www.beritasatu.com
Terkait