Harga daging ayam di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melonjak Rp10.000 per kilogram menjadi Rp50.000 pada Jumat, 17 Juli 2026. Kenaikan ini muncul ketika program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali berjalan.
Tekanan harga tidak hanya terjadi pada ayam, karena telur ikut naik menjadi Rp26.000 per kilogram. Daging sapi pun masih bertahan pada level tinggi Rp150.000 per kilogram, sehingga kelompok protein menjadi komoditas yang paling menonjol kenaikannya pada pagi itu.
Ayam Naik Rp10.000 per Kilogram
Pedagang daging ayam bernama Arif mengatakan harga ayam telah merangkak dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram sejak program MBG kembali berjalan. “(Sekarang) Rp50.000 per kg dari sebelumnya Rp40.000 per kg,” ujar Arif pada Jumat, 17 Juli 2026.
Namun, kenaikan harga ayam di tingkat pasar tidak semata dikaitkan dengan berjalannya kembali program tersebut. Pedagang lain menyebut pasokan dari tingkat peternak yang minim juga menjadi pemicu harga ayam meningkat.
| Komoditas Protein | Harga Saat Ini | Harga Sebelumnya |
|---|---|---|
| Daging ayam | Rp50.000 per kg | Rp40.000 per kg |
| Telur ayam | Rp26.000 per kg | Rp24.000 per kg |
| Daging sapi | Rp150.000 per kg | Sempat Rp140.000 per kg |
Lonjakan Rp10.000 per kilogram membuat harga ayam berada jauh di atas harga sebelumnya yang dipatok Rp40.000 per kilogram. Kondisi pasokan menjadi faktor penting yang disebut pedagang di tengah meningkatnya kebutuhan komoditas protein.
Telur Ikut Naik dalam Dua Hari
Harga telur ayam naik Rp2.000 per kilogram dari Rp24.000 menjadi Rp26.000. Dwi, pedagang telur di pasar tersebut, mengatakan kenaikan itu telah terjadi sejak dua hari sebelumnya.
“Naik menjadi Rp26.000 per kg dari sebelumnya Rp24.000 per kg semenjak dua hari lalu,” kata Dwi. Meski demikian, Sariman yang berdagang sembako menilai perubahan harga telur merupakan hal yang lazim terjadi di pasar.
Menurut Sariman, harga telur memang kerap bergerak naik dan turun. Pergerakan ini berbeda dengan daging sapi yang belum memperlihatkan penurunan berarti selama beberapa minggu.
Daging Sapi Bertahan di Level Tinggi
Daging sapi di Pasar Kebayoran Lama dijual Rp150.000 per kilogram. Haris, penjual daging sapi, mengatakan harga tersebut masih sama dalam beberapa waktu terakhir.
Penjual lain bernama Humaedi menyebut harga daging sapi sempat turun ke Rp140.000 per kilogram. Harga kemudian kembali naik setelah Iduladha, sebagaimana disampaikan Humaedi, “Habis lebaran Idul Adha kemarin, harganya langsung naik lagi.”
Pantauan Liputan6.com menunjukkan perbedaan yang cukup jelas antara harga pangan sumber protein dan sejumlah kebutuhan pokok lain. Ayam, telur, dan sapi berada dalam tekanan harga, sementara beberapa barang sembako masih cenderung stabil.
Beras Premium Naik, Minyak dan Gula Stabil
Di luar kelompok protein, beras premium dijual Rp17.000 per kilogram dan disebut sedang naik. Beras medium masih berada di Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas rendah naik dari Rp11.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
| Komoditas | Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Beras premium | Rp17.000 per kg | Naik |
| Beras medium | Rp14.500 per kg | Menetap |
| Beras kualitas rendah | Rp12.000 per kg | Naik dari Rp11.000 |
| Minyak goreng | Rp46.000-Rp47.000 per 2 liter | Stabil |
| Gula pasir | Rp19.000 per kg | Stabil |
Farhan, pedagang beras, mengatakan kenaikan terjadi pada beras premium dan beras kualitas rendah. Sementara itu, minyak goreng kemasan dua liter masih dipatok sekitar Rp46.000 hingga Rp47.000.
Harga gula pasir juga berada di Rp19.000 per kilogram. Pedagang bernama Rendi menyebut selisih harga dapat menjadi besar ketika harga gula sedang mengalami kenaikan.
Situasi di Pasar Kebayoran Lama memperlihatkan bahwa pergerakan harga antarbarang tidak berlangsung seragam. Saat ayam dan telur naik, minyak goreng serta gula masih bertahan pada harga yang disebut stabil oleh para pedagang.
Source: www.liputan6.com






