Potret lawas Inayah Wahid kembali menjadi bahan perbincangan setelah beredar luas di media sosial. Foto itu memicu rasa penasaran karena menampilkan gaya remaja Inayah yang dinilai sangat nyentrik, sekaligus mengingatkan publik pada kisah lama soal dirinya yang sempat disebut tidak diizinkan masuk ke Istana Negara oleh Paspampres.
Unggahan yang menyebarkan kembali potret tersebut menampilkan tangkapan layar wawancara lama Inayah Wahid dan momen bersama almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dari situ, kisah yang dulu terdengar seperti anekdot politik kembali naik ke permukaan dan membuat banyak pengguna media sosial baru mengetahui latar belakang ceritanya.
Penampilan remaja yang langsung mencuri perhatian
Dalam foto yang beredar, Inayah terlihat tampil jauh dari kesan formal. Rambutnya dicat pink mencolok dan ditata dengan dua kuncir pendek di sisi kanan dan kiri kepala, lalu diberi pita sebagai aksen.
Gaya itu dianggap berani untuk ukuran remaja pada masa itu, apalagi mengingat statusnya sebagai putri seorang presiden. Banyak warganet mengaku terkejut saat melihat kembali potret lawas tersebut karena penampilannya dinilai sangat berbeda dan unik.
Kisah lama soal akses ke Istana
Unggahan yang memancing obrolan itu juga menyinggung kembali cerita yang pernah disampaikan Inayah soal pengalamannya hendak masuk ke Istana Negara. Dalam cerita tersebut disebutkan bahwa Paspampres sempat tidak percaya ia adalah anak Gus Dur karena penampilannya dianggap terlalu nyentrik.
Kisah itu ikut ramai dibahas karena publik melihat kaitan antara gaya personal Inayah dan pengalaman yang ia hadapi di lingkungan istana. Banyak warganet menilai cerita tersebut menunjukkan bagaimana penampilan bisa memunculkan kesan tertentu, bahkan pada sosok yang berasal dari keluarga presiden.
Reaksi publik mengalir dari lucu sampai kagum
Respons pengguna media sosial datang dalam beragam nada, mulai dari lucu hingga kagum. Sebagian mengaku baru mengetahui cerita itu, sementara yang lain menanggapi santai gaya Inayah yang dianggap sangat berbeda dari kebanyakan anak pejabat.
Ada pula yang menilai penampilan nyentrik tersebut justru menunjukkan keberanian berekspresi. Bagi kelompok ini, pilihan gaya tidak semestinya dibatasi oleh latar belakang keluarga, termasuk ketika seseorang adalah anak kepala negara.
Di tengah ramainya komentar, potret lawas itu tidak hanya memunculkan nostalgia. Foto tersebut juga membuka kembali diskusi tentang kebebasan berekspresi dan cara publik membaca penampilan seseorang.
Perhatian besar terhadap foto lama Inayah Wahid memperlihatkan bahwa satu potret bisa membawa kembali banyak lapisan cerita sekaligus. Selain menghadirkan sisi personal yang jarang dibahas publik, gambar itu juga membuat kisah lama dari lingkungan istana kembali relevan di tengah percakapan media sosial.
Source: www.suara.com






