
Minat investasi infrastruktur digital di Indonesia semakin menguat seiring lonjakan permintaan AI, pertumbuhan ekonomi digital, dan regulasi data yang makin jelas. Equinix Indonesia menilai kombinasi tiga faktor itu membuat Indonesia kian strategis dalam peta ekonomi digital kawasan.
Managing Director Equinix Indonesia Haris Izmee menyebut keputusan investasi perusahaan bertumpu pada kebutuhan infrastruktur berkapasitas tinggi. Menurut dia, perkembangan kecerdasan buatan atau AI ikut mendorong permintaan terhadap komputasi dan konektivitas yang lebih andal.
Ekonomi digital besar, kebutuhan infrastrukturnya ikut naik
Haris menilai Indonesia memiliki ekonomi digital terbesar di kawasan, sehingga kebutuhan kapasitas infrastruktur terus meningkat. Kondisi ini membuat pusat data dan konektivitas memegang peran penting untuk menopang layanan digital yang makin kompleks.
Dorongan lain datang dari AI yang membutuhkan infrastruktur lebih kuat. Dalam pandangan Equinix, Indonesia menjadi pasar yang relevan untuk ekspansi karena kebutuhan komputasi dan konektivitas terus bertambah.
Ekosistem interkoneksi semakin matang
Selain permintaan digital, Equinix juga melihat perkembangan ekosistem interkoneksi di Indonesia sebagai faktor penarik. Haris menekankan fokus perusahaan pada titik temu antara cloud, jaringan, dan perusahaan.
Ia menyebut lebih dari 60% perusahaan Fortune 500 sudah berada dalam platform Equinix. Karena itu, ekspansi pelanggan ke Jakarta ikut menjadi pertimbangan penting dalam membaca peluang pasar Indonesia.
Kehadiran penyedia layanan cloud global juga memperkuat posisi tersebut. Google Cloud, Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Alibaba Cloud disebut sudah beroperasi di Indonesia dan membuat ekosistem digital domestik semakin terhubung dengan pasar regional.
Regulasi data memberi kepastian baru
Faktor lain yang dinilai penting adalah kematangan regulasi. Haris menilai penerapan UU Perlindungan Data Pribadi menempatkan kedaulatan data sebagai prioritas utama di Indonesia.
Menurut dia, model komputasi lokal dengan interkoneksi global yang dimiliki Equinix dirancang agar perusahaan tetap patuh terhadap regulasi. Pada saat yang sama, perusahaan tetap bisa menjaga daya saing global melalui konektivitas yang luas.
Pendekatan itu makin relevan karena bisnis digital kini tidak hanya mengejar kecepatan layanan. Perusahaan juga harus mematuhi aturan penyimpanan dan pengelolaan data, sehingga infrastruktur yang menjaga data tetap berada di dalam negeri menjadi nilai tambah.
Kemitraan lokal dan posisi regional
Equinix Indonesia juga menyoroti kemitraan joint venture dengan Astra International. Haris mengatakan kerja sama itu menggabungkan kekuatan platform global dengan pemahaman lokal yang mendalam.
Kolaborasi tersebut disebut membantu memastikan Indonesia tetap menjadi pasar prioritas bagi Equinix. Pendekatan lokal juga dinilai penting agar pengembangan infrastruktur digital tetap selaras dengan kebutuhan pasar domestik.
Haris menempatkan Indonesia sebagai pilar penting dalam strategi pertumbuhan Equinix di Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia telah berkembang dari pasar yang berorientasi domestik menjadi simpul penting dalam ekosistem Singapore Plus yang menghubungkan Jakarta dengan pasar strategis di kawasan.
Dengan posisi itu, Indonesia dinilai makin kuat sebagai salah satu pusat digital terdepan di Asia Tenggara. Haris bahkan menyebut Indonesia diproyeksikan menjadi pasar public cloud terbesar kedua di kawasan.
Konektivitas untuk beban kerja regional
Untuk mendukung pertumbuhan itu, Equinix Indonesia menghadirkan konektivitas berkinerja tinggi melalui Equinix Fabric®. Infrastruktur ini memungkinkan perusahaan di Indonesia berperan sebagai hub utama untuk beban kerja regional.
Kapabilitas di JK1 disebut memungkinkan integrasi yang mulus dengan ekosistem global. Di saat yang sama, data tetap berada di dalam negeri sesuai prinsip kedaulatan data.
Equinix menempatkan pengembangan ini sebagai bagian dari upaya mendukung Indonesia menuju pusat digital yang lebih tangguh bagi ekonomi ASEAN. Dengan permintaan AI yang terus naik, regulasi yang semakin jelas, dan konektivitas global yang makin luas, Indonesia tetap dipandang sebagai lokasi yang menarik bagi investasi infrastruktur digital.
Source: teknologi.bisnis.com




