Peremajaan Tebu Mandek 12 Tahun, Prabowo Pangkas Target Empat Tahun Jadi Dua

Author: Cung Media

Program peremajaan tebu yang disebut berhenti selama 12 tahun kini diminta dituntaskan hanya dalam dua tahun. Presiden Prabowo Subianto menilai pembaruan tanaman tebu perlu segera dilakukan setelah jeda panjang tersebut.

Target baru itu memangkas rencana awal pemerintah yang diproyeksikan selesai dalam empat tahun. Percepatan ini menjadi salah satu pekerjaan besar di tengah agenda penguatan pangan dan pengelolaan sumber daya alam.

Prabowo menyampaikan arah tersebut saat menghadiri panen raya serentak di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7). Menurut laporan CNN Indonesia, persoalan peremajaan tebu yang mandek itu diketahui Prabowo dari penjelasan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Target Dua Tahun setelah Program Lama Terhenti

Prabowo mengatakan tidak adanya peremajaan selama lebih dari satu dekade membuat pemerintah harus memperbarui seluruh tanaman tebu yang dimiliki. “Sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu. Dua belas tahun. Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki,” ujarnya.

Pada mulanya, Menteri Pertanian melaporkan bahwa program tersebut akan diselesaikan dalam empat tahun. Setelah Prabowo meminta penjelasan lebih lanjut, Amran menyatakan pekerjaan itu dapat dituntaskan dalam waktu dua tahun.

Skema Program Cakupan per Tahun Target Penyelesaian
Rancangan awal 100 ribu hektare Empat tahun
Target percepatan Tidak dirinci Dua tahun

Rancangan awal peremajaan tebu mencakup 100 ribu hektare setiap tahun. Namun, pemerintah belum merinci perubahan cakupan lahan tahunan yang diperlukan agar target dua tahun dapat dipenuhi.

Perbedaan antara target awal dan target percepatan menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus dikejar kementerian terkait. Target dua tahun kini menjadi tolok ukur baru bagi program yang sebelumnya disebut tidak berjalan selama 12 tahun.

Pesan Prabowo untuk Menteri Pertanian

Prabowo menanggapi kesiapan percepatan itu dengan nada berkelakar kepada Amran. Ia mengingatkan Menteri Pertanian agar tetap menjaga kesehatan di tengah beban program yang dinilai berat.

“Bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Mentan,” kata Prabowo. Ia menegaskan negara masih membutuhkan para menteri untuk menyelesaikan pekerjaan besar di sektor pangan dan sumber daya alam.

Peremajaan Tebu ditempatkan pemerintah sebagai bagian dari pembenahan sektor pertanian yang lebih luas. Prabowo juga menyinggung bahwa target Swasembada Pangan, menurutnya, telah terwujud.

Beriringan dengan Agenda Energi dan Air

Setelah agenda pangan, pemerintah disebut sedang mengupayakan swasembada energi. Pemerintah juga mulai merintis swasembada air untuk mendukung akses masyarakat terhadap air bersih serta pasokan air bagi pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa pembenahan pangan berjalan beriringan dengan penataan sumber daya alam. Ia menyinggung langkah penertiban terhadap sejumlah kegiatan yang dinilai ilegal.

Penertiban tersebut mencakup penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, serta praktik perdagangan yang melanggar aturan. Prabowo menyebut pekerjaan itu besar, tetapi pemerintah akan mengejarnya dengan tekad dan kehendak yang kuat.

Di tengah rangkaian agenda itu, percepatan peremajaan tanaman tebu menjadi pekerjaan konkret yang kembali ditekankan pemerintah. Keberhasilan memenuhi target dua tahun akan menentukan langkah lanjutan setelah program itu lama tidak berjalan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru