Harga perak Antam kembali bergerak naik dan langsung memulihkan sebagian tekanan yang terjadi pada dua hari sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (1/5/2026), harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.500 menjadi Rp 47.900 per gram.
Lonjakan ini menarik perhatian karena terjadi setelah dua sesi koreksi beruntun. Pada Rabu (29/4/2026), harga perak terkoreksi Rp 1.700 menjadi Rp 47.150 per gram, lalu pada Kamis (30/4/2026) turun lagi Rp 850 ke Rp 46.300 per gram.
Arah harga yang cepat berubah
Pergerakan tersebut menunjukkan harga perak masih sangat fluktuatif dalam waktu singkat. Bagi pembeli dan pelaku pasar, kondisi seperti ini menuntut pemantauan harga harian yang lebih cermat.
Kenaikan pada Jumat juga menandai pembalikan arah setelah tekanan harga di dua sesi sebelumnya. Situasi semacam ini kerap menjadi cerminan respons pasar terhadap dinamika global dan sentimen ekonomi yang memengaruhi minat pada komoditas investasi.
Harga untuk pembelian ukuran besar
Logam Mulia juga menetapkan harga dasar untuk pembelian dalam jumlah besar. Untuk ukuran 250 gram, harga dasar perak Antam dipatok Rp 12,375 juta.
Sementara itu, ukuran 500 gram dibanderol Rp 23,950 juta. Perbedaan nominal ini menunjukkan bahwa transaksi perak Antam tersedia dalam beberapa pilihan berat sesuai kebutuhan pembelian.
Bagi pembeli yang menimbang strategi akumulasi, informasi harga per ukuran menjadi penting. Data itu membantu menyesuaikan rencana transaksi dengan pergerakan harga yang berubah dari hari ke hari.
Penting bagi investor logam mulia
Harga perak sering menjadi perhatian bersamaan dengan emas karena keduanya masuk dalam kategori logam mulia. Ketika harga bergerak cepat seperti ini, investor cenderung melihatnya sebagai sinyal untuk menunggu atau masuk pasar pada level tertentu.
Namun, perubahan yang terjadi pada Jumat belum menghapus seluruh koreksi sebelumnya. Harga masih berada di bawah posisi sebelum penurunan dua hari berturut-turut, sehingga arah selanjutnya tetap bergantung pada sentimen pasar berikutnya.
Bagi pembeli ritel, kondisi ini juga berarti keputusan transaksi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Di tengah volatilitas singkat, selisih harga harian dapat memengaruhi hasil pembelian, terutama bagi mereka yang mengikuti pergerakan perak sebagai aset investasi.
Source: www.beritasatu.com






