Ledakan Hancurkan Rumah di Grand Polonia, Dugaan Kebocoran Gas Bawah Tanah Diselidiki

Sebuah rumah di Blok 3B Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, hancur akibat ledakan pada Senin (20/7) sore. Dentuman itu juga merusak sedikitnya empat rumah di sekitarnya serta sebuah mobil sedan hitam yang tertimpa material bangunan.

Ledakan terdengar hingga sekitar satu kilometer dan membuat warga keluar dari rumah karena mengira terjadi gempa. Kepulan debu, pecahan kaca, dinding roboh, serta puing atap kemudian terlihat berserakan di sekitar pusat kejadian.

Dugaan Gas Masih Menjadi Fokus Pemeriksaan

Kepolisian menyelidiki kemungkinan kebocoran gas dari pipa yang tertanam di bawah tanah sebagai pemicu insiden. Dugaan itu muncul setelah petugas menggunakan alat pendeteksi gas saat memeriksa lokasi rumah yang runtuh.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Ia menekankan bahwa temuan gas tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan akhir karena penyelidikan masih berjalan.

“Pada pukul 15.30 WIB terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia. Dari hasil investigasi awal yang sekarang ini masih berlangsung, disebabkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah,” ujar Jean Calvijn pada Senin malam.

Menurut dia, petugas memang mendeteksi keberadaan gas ketika memasuki area kejadian. Namun, kepolisian masih perlu menelusuri sumbernya untuk memastikan apakah kebocoran gas bawah tanah benar menjadi penyebab utama ledakan.

DampakRincian
Bangunan utamaSatu rumah di Blok 3B hancur
Rumah sekitarSedikitnya empat rumah mengalami kerusakan
KendaraanSatu sedan hitam rusak tertimpa reruntuhan
Korban penghuniEnam orang tercatat dalam pendataan sementara

Enam Penghuni Didata sebagai Korban

Polisi mendata enam penghuni rumah sebagai korban dalam peristiwa ledakan Grand Polonia tersebut. Seorang pria dewasa berhasil dievakuasi, sedangkan seorang balita mendapat perawatan di rumah sakit.

Pada tahap awal evakuasi, empat orang lainnya sempat berada di bawah reruntuhan bangunan. Mereka disebut terdiri atas orang tua pemilik rumah dan sejumlah asisten rumah tangga.

Jean Calvijn menyatakan tidak ada korban dari rumah lain yang terdampak gelombang ledakan. “Tidak ada korban lain selain penghuni rumah yang ada di rumah Grand Polonia nomor 3B yang rubuh ini. Ini sumbernya, yang lainnya terdampak,” ujarnya.

Area Disterilkan untuk Antisipasi Bahaya Lanjutan

Polisi memasang garis pengaman dan mensterilkan area di Kompleks Grand Polonia agar warga tidak mendekati bangunan yang roboh. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko dari struktur bangunan yang belum stabil maupun kemungkinan bahaya lain di lokasi.

Petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, kepolisian, dan unsur terkait datang tidak lama setelah ledakan terjadi. Sejumlah personel TNI juga berada di dalam kompleks ketika proses penanganan dan penyisiran berlangsung.

Tim identifikasi kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menelusuri titik asal ledakan yang diduga berada di rumah nomor 3B. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan penyebab pasti kerusakan besar yang terjadi di kawasan Medan Polonia tersebut.

Warga di sekitar lokasi masih menghadapi dampak kerusakan pada rumah dan kendaraan akibat material yang terpental. Sementara itu, penyelidikan atas dugaan pipa gas bawah tanah menjadi perhatian utama aparat dalam mengungkap sumber ledakan.

Source: mediaindonesia.com
Terkait