Ricardo Pepi sedang menjalani momen yang mempertemukan identitas pribadi dan puncak kariernya. Lahir di El Paso, Texas, penyerang berusia 23 tahun itu kini tampil sebagai salah satu tumpuan ofensif Amerika Serikat menuju Piala Dunia 2026.
Perjalanannya tidak sesederhana memilih seragam tim nasional. Pepi tumbuh dengan kedekatan pada budaya Meksiko di rumah, tetapi di lapangan ia menegaskan pilihan yang tegas untuk Amerika Serikat.
Puncak karier yang datang di waktu tepat
Kepercayaan itu tidak datang tanpa alasan. Di level klub, Pepi menunjukkan ketajaman yang membuat namanya semakin sulit diabaikan oleh staf kepelatihan tim nasional.
Bersama PSV Eindhoven, ia meraih banyak gelar Eredivisie, termasuk tiga gelar liga beruntun. Musim 2025/26 menjadi bukti paling jelas dari kontribusinya setelah ia mencetak 19 gol di liga dan masuk daftar penyerang paling efektif di kompetisi Belanda.
Konsistensi semacam itu mengangkat posisinya di skuad Amerika Serikat. Di usia 23 tahun, Pepi kini bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan bagian penting dari rencana Mauricio Pochettino.
Kesempatan yang sempat tertunda
Jalan Pepi ke panggung besar juga tidak selalu mulus. Ia sempat tersisih dari skuad untuk Qatar 2022, sehingga kesempatan tampil di Piala Dunia terasa seperti bab baru yang lama ditunggu.
Situasinya kini berubah total. Pepi masuk dalam daftar 26 pemain pilihan Pochettino untuk mewakili Amerika Serikat dan menjalani debut turnamen pada 12 Juni saat timnya menang 4-1 atas Paraguay di Los Angeles.
Dalam pertandingan itu, Pepi hadir sebagai opsi segar di lini depan. Kehadirannya juga memberi dukungan penting di sekitar nama lain seperti Folarin Balogun.
Identitas ganda, pilihan yang jelas
Meski memiliki kedekatan emosional dengan budaya Meksiko, Pepi tidak ragu mempertegas arah karier internasionalnya. Ia ingin publik menikmati permainannya sekaligus melihat komitmennya terhadap tim dan negara yang dibelanya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa dua latar budaya tidak membuat pilihannya kabur. Saat meninggalkan rumah, ia menyebut dirinya sebagai orang Amerika, dan keputusan di level internasional mengikuti identitas itu.
Catatan Pepi bersama tim nasional juga menunjukkan pengaruh yang terus tumbuh. Sejauh ini ia sudah mengoleksi 38 pertandingan internasional dan 13 gol.
Angka tersebut menempatkannya sebagai figur penting dalam proyek jangka panjang Amerika Serikat. Dari El Paso ke Eropa, lalu ke panggung Piala Dunia, Pepi membangun cerita yang menyatukan performa, pilihan identitas, dan ambisi besar dalam satu jalur yang sama.
Source: mexico.as.com






