Penjualan BYD Melambat, Riset Dipecah agar Tiap Merek Bergerak Lebih Cepat

BYD sedang menyiapkan perubahan besar di tubuh pengembangan produknya saat penjualan melemah dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dipandang sebagai upaya mempercepat keputusan produk dan membuat tiap merek bergerak lebih dekat ke kebutuhan pasar.

Perombakan itu menyasar pusat riset dan pengembangan kendaraan listrik yang selama ini menjadi tulang punggung pengembangan model-model BYD. Struktur yang semula sangat terpusat akan dipecah agar tanggung jawab pengembangan lebih tersebar ke masing-masing merek.

Riset dibagi per merek

Menurut Car News China, BYD berencana memecah Automotive Engineering Research Institute menjadi lima pusat riset terpisah. Lima merek yang akan memiliki pusat riset mandiri adalah Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang.

Sejumlah insinyur dari divisi teknik pusat juga akan dipindahkan ke tim pengembangan di tiap merek tersebut. Dengan begitu, pengembangan produk tidak lagi bertumpu penuh pada satu pusat keputusan.

Dalam struktur baru ini, divisi teknik pusat akan dipersempit perannya untuk fokus pada teknologi inti yang dipakai lintas merek. Teknologi itu mencakup baterai Blade, platform kendaraan listrik, dan arsitektur elektronik.

Sementara itu, pengembangan produk, desain kendaraan, dan penyesuaian sasis akan ditangani langsung oleh tiap merek. Pola ini diharapkan membuat respons terhadap pasar menjadi lebih cepat dan lebih spesifik.

Target bisnis ikut diperketat

Perubahan BYD tidak berhenti di sisi teknis. Perusahaan juga akan menerapkan sistem laporan laba rugi yang berdiri sendiri untuk setiap merek.

Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao diwajibkan mengejar target keuntungan masing-masing. Merek premium Yangwang untuk sementara dikecualikan dari kebijakan tersebut.

Setiap merek juga akan dikenakan biaya internal saat memakai teknologi dan aset bersama milik grup. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan biaya sekaligus memperjelas tanggung jawab bisnis di tiap lini.

Dengan model seperti itu, penggunaan sumber daya bersama tidak lagi berjalan seolah-olah bebas beban di level grup. Setiap merek harus menghitung secara lebih disiplin dampak dari pemakaian teknologi bersama.

Mencegah benturan antarmerek

Restrukturisasi ini juga diarahkan untuk mengurangi tumpang tindih produk di berbagai segmen. Isu tersebut makin penting karena portofolio BYD sudah sangat lebar, dari kisaran harga 100.000 yuan hingga lebih dari 1 juta yuan.

Dalam rentang itu, penggunaan platform yang sama disebut bisa memicu persaingan internal antarmerek. Persaingan itu terutama terjadi antara lini Ocean dan Dynasty yang bermain di area pasar berdekatan dengan fondasi teknis serupa.

Dengan pusat riset yang berdiri sendiri di tiap merek, karakter produk diharapkan menjadi lebih jelas. Pemisahan ini juga dapat membantu BYD membedakan posisi masing-masing merek di pasar.

Dorongan ke segmen premium tetap jalan

Perubahan strategi ini berlangsung bersamaan dengan upaya BYD memperkuat penetrasi di segmen premium. Langkah itu terlihat lewat peluncuran sejumlah model baru, termasuk SUV keluarga Great Tang dan sedan listrik Seal 08.

Di saat yang sama, BYD mencatat penjualan sekitar 1,405 juta unit kendaraan pada lima bulan pertama 2026. Penurunan sekitar 20 persen pada periode itu menunjukkan tekanan yang cukup kuat untuk mendorong perubahan di level organisasi.

Karena itu, pembenahan pusat riset BYD bukan hanya soal efisiensi internal. Langkah ini juga menjadi cara untuk mempercepat keputusan produk, menekan benturan antarmerek, dan menjaga kendali atas teknologi inti yang menopang seluruh lini kendaraan listriknya.

Source: otodriver.com

Terkait