Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh biaya pelayanan kesehatan korban dugaan penyekapan dan penganiayaan akan ditanggung sampai korban sembuh. Langkah ini diambil agar keluarga tidak lagi terbebani pencarian donasi untuk pengobatan dan pemulihan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut dana sekitar Rp1 miliar sudah disiapkan untuk kebutuhan dua minggu ke depan. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan perawatan dan kebutuhan dasarnya tercukupi.
Pemprov Jabar Ambil Alih Pembiayaan
Dedi mengatakan keputusan itu dibuat berdasarkan catatan keuangan yang dimilikinya. Menurut dia, keluarga korban tidak perlu lagi mencari bantuan ke sana kemari untuk biaya pengobatan.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak provinsi akan menjamin seluruh pelayanan kesehatan korban sampai kondisi korban membaik. Dengan begitu, keluarga diharapkan bisa lebih tenang dalam mendampingi proses pemulihan.
Donasi Masih Dibuka untuk Bantuan Lain
Meski biaya pengobatan sudah ditanggung pemerintah provinsi, Dedi tidak menutup ruang bagi pihak lain yang ingin membantu. Donasi tetap dipersilakan, tetapi diarahkan untuk mendukung kehidupan keluarga korban dan masa depan korban.
Kasus ini menjadi perhatian setelah polisi mengungkap jejak pelarian tersangka dugaan penyekapan dan penganiayaan, TH alias Taufik Hidayat. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pelaku sempat berpindah ke Tangerang, Banten, sebelum akhirnya diamankan di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.
Korban berinisial YTR diduga menjadi sasaran penyekapan dan penganiayaan oleh pria yang disebut sebagai kekasihnya. Kekerasan itu diduga berlangsung selama tiga tahun dan menyebabkan korban mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik hingga luka berat.
Di tengah proses hukum yang berjalan, perhatian kini juga tertuju pada pemulihan korban. Jaminan pembiayaan dari Pemprov Jabar diharapkan membuat proses perawatan berjalan lebih lancar tanpa menambah beban keluarga.
Source: www.kompas.tv






