Pemerintah menyiapkan insentif untuk 100.000 mobil listrik pada tahap awal, dan langkah ini diarahkan untuk mempercepat peralihan masyarakat ke kendaraan ramah lingkungan. Di saat yang sama, kebijakan tersebut dipasang untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak secara nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keputusan itu di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ia menegaskan kuota awal tidak dibuat kaku dan bisa ditambah jika minat pasar terus menguat.
Kuota awal yang bisa bertambah
Purbaya mengatakan pemerintah akan lebih dulu memberi stimulus bagi 100.000 mobil listrik. Jika alokasi awal habis terserap, pemerintah membuka peluang menambah kuota lagi.
“Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih 100 ribu mobil listrik. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pernyataan itu menandakan pemerintah ingin menjaga kesinambungan insentif tanpa menutup ruang bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Skema masih dipatangkan
Meski arah kebijakan sudah diumumkan, besaran insentif dan teknis penyalurannya masih disusun. Kementerian Keuangan menyerahkan rincian mekanisme kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan ini selaras dengan subsidi yang sudah berjalan di sektor kendaraan roda dua.
Purbaya menyebut skema itu akan diatur oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia juga menyinggung pola subsidi motor listrik yang bisa ditambah lagi bila kuota awal sudah habis.
Target mulai berjalan Juni 2026
Pemerintah menargetkan kebijakan ini mulai berjalan pada Juni 2026. Jadwal tersebut menunjukkan proses penyusunan mekanisme masih berlangsung, tetapi tahap implementasi sudah masuk persiapan akhir.
Di balik insentif ini, pemerintah menempatkannya sebagai bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Kebijakan tersebut juga diharapkan mempercepat pemanfaatan energi bersih di sektor otomotif Indonesia.
Fokus utamanya bukan hanya mendorong penjualan mobil listrik, tetapi juga membangun pasar yang lebih siap menerima kendaraan rendah emisi. Jika skema berjalan sesuai rencana, 100.000 unit pertama akan menjadi titik awal untuk melihat seberapa besar minat masyarakat terhadap mobil listrik di Indonesia.







