BPJS Ketenagakerjaan mendorong ahli waris penerima santunan untuk tidak berhenti pada bantuan tunai. Lewat Program PEKA, manfaat jaminan sosial diarahkan menjadi bekal agar keluarga peserta bisa membangun kemandirian ekonomi.
Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat itu dijalankan di wilayah Kalimantan. Untuk memperkuat pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan serta Bank BTN Cabang Balikpapan.
Bekal usaha dan literasi keuangan
Kolaborasi tersebut berisi pelatihan, pendampingan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi ahli waris peserta yang sudah menerima manfaat. Tujuannya membantu keluarga peserta membangun kembali daya tahan ekonomi setelah risiko yang mereka hadapi.
PEKA juga dirancang agar santunan tidak habis untuk kebutuhan sesaat. BPJS Ketenagakerjaan ingin manfaat itu menjadi fondasi bagi lahirnya usaha produktif yang bisa menjadi sumber penghasilan baru.
Sebanyak 30 penerima manfaat yang merupakan ahli waris di wilayah Kalimantan mengikuti pembekalan ini. Program tersebut diposisikan sebagai langkah awal agar mereka lebih siap mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
| Program | Mitra | Peserta | Fokus |
|---|---|---|---|
| PEKA | DKUKMP Balikpapan, Bank BTN Cabang Balikpapan | 30 ahli waris penerima manfaat | Pelatihan, pendampingan, literasi dan inklusi keuangan |
Bukan sekadar perlindungan
Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dedi Hardianto, menyambut kolaborasi ini karena dinilai mendukung langkah strategis agar program BPJS Ketenagakerjaan menjadi lebih dari sekadar perlindungan, atau beyond protection, bagi keluarga ahli waris penerima manfaat.
Ia menekankan pentingnya keterampilan bagi ahli waris saat dana klaim diterima. Dedi juga menyoroti perlunya pembekalan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan agar keluarga tetap bisa melanjutkan hidup setelah kehilangan pendapatan.
“Kami sangat mendukung program PEKA bagi ahli waris penerima manfaat dengan berkolaborasi dengan DKUKMP dan BTN. Harapan kami ketika dana klaim diterima oleh ahli waris harus ada keterampilan yang didapatkan, jadi setelah suami meninggal dan kehilangan pendapatan, ahli waris tetap dapat melanjutkan hidupnya dengan kita berikan pembekalan keterampilan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan, sehingga dapat mempertahankan perekonomian keluarga,” ujar Dedi.
Bank BTN Cabang Balikpapan ikut memberi edukasi dengan tema Pensiun Tenang, Uang Terjaga, Hidup Bermakna. Kepala Cabang Bank BTN Balikpapan, Bobby Chandra, mengatakan pihaknya siap mendukung Program PEKA agar ahli waris bisa mengelola keuangan secara bijak dan menjaga kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
DKUKMP Balikpapan juga mengambil bagian lewat materi kewirausahaan. Kabid Teknologi Sumber Daya Industri DKUMKMP Balikpapan, Tonny Hartono, membawakan materi Membangun Mindset Kewirausahaan yang Tangguh di Era Digital.
Menurut Tonny, membangun usaha di era digital tidak cukup hanya dengan modal. Pelaku usaha juga perlu mindset yang tangguh terhadap perkembangan teknologi agar dapat melihat peluang dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap ahli waris penerima manfaat santunan bisa memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berdaya secara ekonomi. Dengan begitu, manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan terasa lebih utuh, bukan hanya saat risiko kerja terjadi, tetapi juga sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
