Usai Pasang Ring Jantung di Usia 38, Reza Baru Kuat Jalan Kaki 30 Menit

Author: Cung Media

Empat bulan setelah pemasangan ring jantung, Reza Anindita Ramadhan belum kembali pada ritme olahraga yang biasa dijalaninya sebelum sakit. Pria asal Tangerang Selatan itu kini baru mampu berjalan kaki selama sekitar 30 menit.

Perubahan tersebut terjadi setelah Reza mengalami serangan jantung pada usia 38 tahun. Pengalamannya menunjukkan bahwa aktivitas fisik setelah tindakan pada pembuluh darah tidak selalu bisa langsung kembali seperti sebelumnya.

Reza sempat mencoba jogging pada bulan kedua masa pemulihan. Namun, percobaan itu memunculkan rasa sakit di area jantung sehingga aktivitas tersebut tidak diteruskan.

Keluhan yang muncul saat tubuh dipaksa bekerja lebih keras menjadi batas yang ia perhatikan. Reza kemudian memilih menjalani aktivitas ringan sebagai bagian dari fase penyesuaian atau maintenance.

Fokus Menjaga Kondisi, Bukan Membentuk Otot

Pada fase ini, olahraga tetap dilakukan, tetapi tujuannya bukan untuk membangun massa otot. Reza menempatkan aktivitas fisik sebagai cara menjaga kondisi tubuh sambil menunggu proses pemulihan pascaoperasi berjalan.

Durasi latihan juga belum bisa panjang seperti sebelum pemasangan ring jantung. Jalan kaki menjadi aktivitas yang sudah dapat ia lakukan, meski masih dibatasi sekitar setengah jam.

Aktivitas Kondisi yang Dialami Reza Batas yang Dijalani
Jalan kaki Sudah dapat dilakukan Sekitar 30 menit
Jogging Memicu rasa sakit saat dicoba pada bulan kedua Belum diteruskan
Angkat beban Belum dilakukan secara maksimal Di bawah 5 kg
Push-up Berpotensi membuat otot dada bekerja lebih berat Dihindari pada masa penyesuaian

Latihan dengan beban berat bukan pilihan yang ia ambil pada masa awal pemulihan. Reza juga menghindari gerakan yang dapat meningkatkan kerja otot dada, termasuk push-up.

Mengangkat beban lebih dari 5 kg disebut dapat meningkatkan tekanan di rongga dada dan membebani otot dada. Karena itu, penggunaan beban belum dilakukan secara maksimal selama tubuh masih menyesuaikan diri.

Jantung dan Pembuluh Darah Masih Beradaptasi

Area jantung serta pembuluh darah yang menjalani tindakan masih membutuhkan waktu untuk pulih. Ring yang dipasang juga memerlukan proses hingga menyatu dengan jaringan pembuluh darah.

Kondisi tersebut membuat Reza memilih tidak memaksakan olahraga ketika tubuh memberi sinyal tidak nyaman. Rasa sakit yang muncul saat mencoba jogging maupun latihan beban berat menjadi alasan untuk menurunkan intensitas aktivitas.

Dalam keterangannya yang dikutip health.detik.com, Reza mengatakan, “Otw 4 bulan masih maintenance, durasi olahraga belum bisa panjang, seperti jalan kaki baru bisa 30 menit.” Pernyataan itu menggambarkan bahwa fase maintenance masih menjadi bagian penting dari rutinitasnya setelah tindakan.

Pantangan Makan Ikut Menjadi Rutinitas Baru

Penyesuaian yang dijalani Reza tidak berhenti pada jenis dan durasi olahraga. Ia juga menjaga pola makan dengan menghindari gorengan serta mengurangi jumlah asupan karbohidrat.

Selain itu, Reza tidak mengonsumsi turunan sapi dan kopi. Pembatasan tersebut ia jalani bersama perubahan pola aktivitas fisik setelah serangan jantung.

“Pantangan setelah pasang ring, seperti jaga pola makan (tidak goreng, kurangi jumlah asupan karbohidrat, tidak konsumsi turunan sapi dan kopi), olahraga berlebihan atau sama seperti sebelum pasang ring,” ujar Reza. Baginya, olahraga tetap dilakukan, tetapi dengan intensitas yang jauh berbeda dibandingkan kebiasaan sebelum sakit.

Pengalaman Reza memperlihatkan bahwa pemulihan setelah ring jantung dapat mengubah aktivitas harian secara besar. Jalan kaki selama 30 menit, pembatasan beban, serta pengaturan makanan menjadi bagian dari penyesuaian yang masih ia jalani hingga bulan keempat.

Terbaru