Panas 38 Derajat Uji Perancis, Mbappe dan Deschamps Siaga Hadapi Paraguay

Author: Cung Media

Gelombang panas di Philadelphia bisa menjadi lawan tambahan bagi Perancis saat menghadapi Paraguay di perebutan tiket perempat final. Stadion Lincoln Financial diperkirakan berada dalam kondisi ekstrem, dengan suhu mencapai 38 derajat celsius dan terasa seperti 40 derajat celsius.

National Weather Service bahkan sudah mengeluarkan peringatan suhu ekstrem untuk area tersebut. Situasi ini membuat laga bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga soal daya tahan fisik dan kemampuan beradaptasi sejak menit awal.

Cuaca panas memaksa Perancis menjaga ritme

Didier Deschamps mengakui kondisi panas akan memengaruhi jalannya pertandingan. Ia menyebut pernah merasakan situasi serupa saat menonton semifinal dan final Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat tahun lalu.

Menurut Deschamps, tim tidak bisa memilih kondisi pertandingan, sehingga Perancis harus menyesuaikan diri dengan cepat. Karena itu, keseimbangan permainan menjadi penting agar intensitas tetap terjaga meski cuaca menguras tenaga.

Mbappe tetap jadi tumpuan, Paraguay menunggu celah

Di lini depan, Perancis masih bertumpu pada Kylian Mbappe sebagai senjata utama. Mbappe sedang bersaing dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan enam gol, hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi.

Michael Olise diproyeksikan memberi kreativitas untuk membuka pertahanan Paraguay yang diperkirakan rapat. Dari kubu pemain, Desire Doue juga mengakui panas akan berpengaruh, tetapi ia menegaskan skuad Les Bleus sudah siap.

Perancis memang diunggulkan, namun mereka tidak ingin lengah. Doue menyinggung risiko bernasib seperti Jerman yang disingkirkan Paraguay lewat adu penalti, sebagai pengingat bahwa lawan tetap berbahaya.

Deschamps dan Alfaro sama-sama membaca ancaman cuaca

Deschamps juga mengingat duel Perancis melawan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 1998, ketika timnya menang lewat gol sudden death Laurent Blanc pada menit ke-114. Ia menilai pertandingan kali ini akan berbeda karena Paraguay datang dengan kualitas dan semangat tinggi.

Sosok yang disorotnya dari Paraguay adalah Julio Enciso dan Miguel Almiron, dua pemain yang dinilai punya kemampuan teknik menonjol. Di kubu lawan, Gustavo Alfaro menegaskan kemenangan bersejarah atas Jerman sudah ditinggalkan dan fokus kini sepenuhnya tertuju pada Perancis.

Alfaro menilai panas tidak otomatis menguntungkan Paraguay meski mereka terbiasa bermain di suhu tinggi. Menurutnya, laga fase gugur yang dimainkan pada jam seperti itu tetap menyulitkan kedua tim.

Ia juga menyoroti fleksibilitas taktik, termasuk kemampuan bertahan dalam blok rendah tanpa kehilangan ancaman serangan. Matías Galarza dan Diego Gómez disebut sebagai pemain serbabisa yang bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan berbeda di lapangan.

Alfaro membandingkan situasi di Philadelphia dengan keunggulan Meksiko saat bermain di ketinggian Stadion Azteca, yang didukung latihan panjang di tempat yang sama. Dalam pandangannya, keuntungan kecil justru dimiliki tim yang paling siap menghadapi situasi ekstrem.

Source: www.kompas.id
Terbaru