
Ouster Inc. sedang mendorong lidar baru bernama Rev8 sebagai kandidat untuk menggantikan kamera di robotika dan kendaraan otonom. CEO Angus Pacala mengatakan perangkat ini menggabungkan pencitraan warna dan penginderaan kedalaman 3D dalam satu sensor.
Pendekatan itu ditujukan untuk menyederhanakan sistem persepsi yang selama ini memakai lidar dan kamera secara terpisah. Ouster ingin satu perangkat menangkap gambar warna dan data kedalaman sekaligus, lalu menyajikannya sebagai colorized point cloud 3D yang terpadu.
Satu sensor untuk fungsi visual dan spasial
Dalam sistem otonom saat ini, dua sensor berbeda sering dipasang bersamaan untuk membagi tugas visual dan spasial. Kombinasi itu membuat proses integrasi lebih rumit karena perusahaan harus melakukan kalibrasi dan penggabungan data dari dua aliran berbeda.
Pacala menyebut banyak perusahaan kesulitan menyatukan data tersebut dengan mulus. Karena itu, Ouster menawarkan pendekatan yang lebih sederhana lewat satu sensor yang bisa menjalankan fungsi visual dan spasial sekaligus.
Rev8 tetap memberi fleksibilitas bagi pengembang. Sistem ini dapat dipakai untuk data lidar, citra seperti kamera, atau kombinasi yang sudah terfusi sebelumnya.
Teknologi di balik Rev8
Ouster mengatakan Rev8 dibangun di atas arsitektur lidar digital miliknya. Platform ini memakai single photon avalanche diode detectors untuk menangkap data langsung di chip.
Menurut Pacala, teknologi yang sama memungkinkan penginderaan kedalaman dan penangkapan gambar dalam satu sistem. Hasilnya adalah data warna beresolusi tinggi dan dynamic range tinggi yang berjalan berdampingan dengan pengukuran spasial.
Ia menyebut sensor tersebut menawarkan 48-bit color dan dynamic range 116 dB. Ouster memposisikannya sebagai kemampuan yang kompetitif dengan sistem kamera modern.
“Pencitraan dan kedalaman itu hadir sebagai aliran data yang sudah terfusi,” kata Pacala. Pernyataan itu menegaskan arah Ouster untuk menyatukan fungsi yang selama ini dipisahkan.
Ambisi besar di robotika dan kendaraan otonom
Pacala menggambarkan Rev8 sebagai terobosan yang sudah lama dicari dunia robotika. Ia menyebutnya sebagai “holy grail” bagi kebutuhan para roboticist.
Menurutnya, penggabungan banyak fungsi sensing ke dalam satu sistem dapat menurunkan biaya dan kompleksitas bagi pelanggan. Sensor baru ini juga dirancang untuk functional safety, keandalan, keterjangkauan, dan kesiapan produksi komersial.
Ouster melihat peluang penggunaan yang luas, mulai dari robotaxi hingga drone dan otomasi industri. Kebutuhan sensing canggih juga terus meningkat seiring ekspansi operator robotaxi seperti Waymo dan arus investasi ke perusahaan robotika industri dan humanoid.
Strategi Ouster di tengah konsolidasi lidar
Dorongan Ouster datang saat sektor lidar mengalami konsolidasi besar. Perusahaan ini mengakuisisi Velodyne pada 2023, sementara sejumlah pesaing juga melakukan restrukturisasi.
Dalam kondisi itu, Rev8 menjadi upaya Ouster untuk menawarkan platform yang lebih sederhana dan lebih terintegrasi. Perusahaan menilai pendekatan unified 3D sensing dapat membantu industri bergerak dari tumpukan sensor terpisah menuju sistem tunggal yang lebih efisien.
Pacala mengatakan visi jangka panjang Ouster adalah menyederhanakan sistem persepsi dengan mengganti susunan multi-sensor memakai satu perangkat. Ia menilai Rev8 sebagai hasil dari pengembangan selama satu dekade.
Model, spesifikasi, dan ketersediaan
Lini Rev8 mencakup model OS0, OS1, OSDome, dan flagship baru OS1 Max. Seluruhnya dibangun di atas silikon baru L4 dan L4 Max milik perusahaan.
Pacala mengatakan OS1 Max menjadi model yang paling ia banggakan karena menawarkan jangkauan pandang hingga 500 meter. Ouster juga menyebut sensor-sensor itu sudah bisa dipesan, akan dikirim pada kuartal ini, dan telah diintegrasikan dengan platform Jetson milik Nvidia untuk pengembang robotika dan edge AI.
Bagi Ouster, nilai utamanya tidak hanya visual yang lebih kaya. Perusahaan itu ingin membawa sensing terpadu ke sistem komersial yang butuh performa, keamanan fungsional, dan biaya yang masuk akal untuk diproduksi dalam skala besar.





