Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Operasi tersebut turut melibatkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
Dugaan perkara yang didalami KPK berkaitan dengan penerimaan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Selain kepala daerah, pihak yang diamankan berasal dari unsur pemkab, termasuk aparatur sipil negara, serta sejumlah pihak swasta.
Proyek di Lingkungan Pemkab Jadi Fokus Pendalaman
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan dugaan penerimaan itu berkaitan dengan proyek-proyek yang berada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat. KPK belum memerinci proyek yang dimaksud maupun menjelaskan peran masing-masing orang yang diamankan.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi pada Senin, 20 Juli 2026. Ia menegaskan pemeriksaan awal masih berlangsung untuk mendalami dugaan perkara beserta barang bukti yang telah diamankan.
“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat,” kata Budi. Keterangan itu menempatkan proyek pemerintah daerah sebagai fokus awal dalam pendalaman KPK.
Uang ratusan juta rupiah menjadi salah satu barang bukti yang disita dalam operasi tersebut. Penyidik juga mengamankan beberapa dokumen terkait yang masih ditelusuri keterkaitannya dengan dugaan penerimaan proyek.
“Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah dan juga beberapa dokumen terkait lainnya tentu ini juga masih akan terus didalami dalam pemeriksaan awal ini,” ujar Budi. KPK belum memaparkan nilai pasti uang tersebut maupun isi dokumen yang turut diamankan.
19 Orang Diamankan dalam Operasi Senyap
Secara keseluruhan, KPK mengamankan 19 orang dalam operasi senyap di Lombok Barat. Dari jumlah itu, tujuh orang dibawa ke Gedung KPK Merah Putih di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah pihak diamankan | 19 orang |
| Pihak dibawa ke Jakarta | 7 orang |
| Barang bukti awal | Uang ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen |
| Unsur pihak yang diamankan | Pemkab Lombok Barat dan pihak swasta |
Budi menyebut tujuh orang itu dijadwalkan tiba di Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB pada malam setelah operasi dilakukan. Mereka akan diperiksa di gedung KPK untuk memperdalam dugaan perkara yang tengah ditangani.
“Mengamankan sejumlah 19 orang yang kemudian 7 di antaranya malam ini akan dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi. KPK belum merinci identitas seluruh pihak yang dibawa ke Jakarta.
Di antara 19 orang yang diamankan terdapat Lalu Ahmad Zaini selaku Bupati Lombok Barat. KPK juga menyebut adanya aparatur sipil negara dari lingkungan pemerintah kabupaten dalam kelompok pihak yang terjaring.
“Untuk pihak-pihak yang diamankan ada dari pihak Pemkab Lombok Barat dan juga ada beberapa dari pihak swasta,” jelas Budi. Rincian jumlah pihak dari masing-masing unsur belum dipublikasikan.
Pemeriksaan Awal Masih Berlangsung
Pemeriksaan lanjutan diarahkan untuk menelusuri hubungan antara uang, dokumen, dan dugaan penerimaan terkait proyek. KPK masih mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang diamankan dalam tahap awal penanganan perkara.
Lembaga antirasuah itu belum memaparkan rincian proyek yang diduga berkaitan dengan penerimaan tersebut. KPK juga belum menjelaskan peran Lalu Ahmad Zaini maupun pihak lain dalam perkara yang masih didalami.
Barang bukti dan keterangan para pihak akan menjadi bagian dari pendalaman penyidik di Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai perkara ini menunggu hasil pemeriksaan awal KPK terhadap pihak-pihak yang telah diamankan.
Source: www.viva.co.id






