DeFi Education Fund, bersama Security Alliance atau SEAL dan Asymmetric Research, meluncurkan Open Protocol Security Coalition atau OPSeC untuk mendorong praktik keamanan siber kripto yang lebih kuat. Koalisi ini juga ingin membawa keahlian teknis keamanan lebih dekat ke para pembuat kebijakan di Washington.
Langkah itu menandai upaya baru yang tidak hanya berfokus pada industri, tetapi juga pada ruang kebijakan. OPSeC dirancang sebagai jembatan antara kebutuhan teknis sektor kripto dan pemahaman para legislator terhadap risiko keamanan yang terus menjadi perhatian.
Modelnya mengandalkan edukasi dan komitmen anggota
OPSeC akan menggelar acara pendidikan untuk anggota parlemen sekaligus membangun pusat sumber daya keamanan gratis. Pusat ini akan memuat praktik terbaik yang bisa diakses oleh tim mana pun yang membutuhkan panduan.
Koalisi tersebut juga meminta organisasi yang bergabung untuk menandatangani komitmen berbagi sumber daya keamanan siber. Bentuk kontribusinya mencakup penugasan anggota tim agar ikut berbagi praktik terbaik dengan peserta lain di dalam koalisi.
Bagi investor yang ikut terlibat, komitmen itu mencakup upaya memastikan perusahaan portofolio mereka mempertahankan praktik keamanan dasar yang disebut sebagai standar “non-negotiable”. Dengan pendekatan itu, OPSeC menempatkan keamanan sebagai tanggung jawab kolektif, bukan sekadar saran tambahan.
Gelombang baru dari jejaring DeFi Education Fund
OPSeC menjadi organisasi advokasi dan edukasi terbaru yang muncul dari anggota DeFi Education Fund. Pada awal bulan ini, policy lead DEF Gavin Zavatone juga meluncurkan Defend Developers PAC, PAC politik pertama yang secara khusus mendukung legislator yang memberi perlindungan hukum bagi pengembang blockchain.
Rangkaian inisiatif tersebut menunjukkan strategi yang makin terarah dari jejaring DEF, dari advokasi kebijakan hingga penguatan keamanan teknis. Di saat regulator dan pembuat undang-undang makin menyoroti risiko di sektor kripto, OPSeC diposisikan untuk memperkuat suara industri di Washington tanpa meninggalkan aspek teknis yang menjadi fondasinya.
