OpenAI mengambil langkah yang bisa mengubah peta persaingan AI. Perusahaan pencipta ChatGPT itu diam-diam mengajukan penawaran umum perdana saham atau IPO secara rahasia ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Pengajuan itu datang saat kebutuhan modal di industri AI terus membesar. OpenAI bukan hanya berhadapan dengan biaya komputasi yang tinggi, tetapi juga dengan tekanan dari rival yang bergerak cepat menuju bursa.
Langkah rahasia yang membuka opsi lebih cepat
OpenAI menyebut pengajuan tersebut sebagai S-1 yang bersifat rahasia. Skema ini memungkinkan perusahaan menyerahkan laporan keuangan ke regulator lebih dulu sebelum informasi dibuka ke investor dan publik.
Dalam pernyataannya, OpenAI juga menegaskan bahwa waktu IPO belum diputuskan. Namun, perusahaan memberi sinyal bahwa pintu menuju bursa kini sudah terbuka, termasuk bila melantai lebih cepat menjadi pilihan terbaik.
Valuasi jumbo dan kebutuhan likuiditas karyawan
Di sisi internal, OpenAI kini berada pada valuasi yang sangat besar. Perusahaan itu disebut bernilai lebih dari US$850 miliar, dengan valuasi terbaru mencapai US$852 miliar setelah pendanaan.
OpenAI juga menyiapkan tender offer untuk memfasilitasi karyawan yang ingin menjual saham mereka. Mekanisme ini disiapkan untuk membantu mengurangi tekanan likuiditas dalam jangka pendek.
Modal besar masih terus dibakar
Rencana IPO ini tidak lepas dari kebutuhan dana yang besar di industri AI. OpenAI telah menghimpun pendanaan lebih dari US$180 miliar, tetapi masih menghabiskan kas dalam jumlah besar untuk kapasitas komputasi serta pembangunan infrastruktur pelatihan dan operasional model AI.
Tekanan itu membuat perusahaan semakin agresif memilah fokus bisnis. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI menghentikan sejumlah proyek non-prioritas, termasuk aplikasi video pendek Sora.
Fokus bergeser ke bisnis korporasi dan Codex
Sebagai gantinya, OpenAI menggelontorkan investasi besar ke bisnis korporasi dan produk asisten pemrograman Codex. Produk itu berhadapan langsung dengan Claude Code milik Anthropic.
Di saat yang sama, OpenAI datang ke pasar dengan basis pengguna yang sangat besar. ChatGPT, produk yang melambungkan nama perusahaan sejak diluncurkan pada 2022, kini memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan.
Bank besar ikut turun tangan
OpenAI disebut telah menggandeng bank investasi besar untuk mempersiapkan proses ini. Goldman Sachs dan Morgan Stanley masuk dalam daftar pihak yang membantu persiapan penawaran saham itu.
Keduanya juga tercatat sebagai penjamin emisi utama dalam dokumen IPO SpaceX. Keterlibatan mereka memperlihatkan bagaimana jalur menuju bursa kini menjadi arena yang sama-sama diperebutkan para pemain teknologi besar.
Persaingan makin panas dengan Anthropic dan SpaceX
Langkah OpenAI muncul hanya sepekan setelah Anthropic mengajukan IPO serupa dan beberapa hari sebelum SpaceX milik Elon Musk dijadwalkan melantai di bursa. Anthropic baru saja menutup putaran pendanaan dengan valuasi US$965 miliar, lebih tinggi dari valuasi OpenAI pada akhir Maret lalu.
SpaceX juga menyebut OpenAI, Anthropic, dan Google sebagai pesaing utama di bidang AI dalam dokumen IPO-nya. Situasi ini membuat kompetisi modal di sektor AI semakin terbuka dan langsung memanas.
Rencana IPO OpenAI sendiri muncul kurang dari sebulan setelah Sam Altman dan Elon Musk menyelesaikan perseteruan hukum yang berlangsung selama tiga pekan. Musk sebelumnya menggugat OpenAI dan Altman sejak 2024 dengan tuduhan bahwa keduanya mengingkari janji untuk mempertahankan OpenAI sebagai organisasi nirlaba.
Bagi OpenAI, IPO bisa menjadi jalan untuk memperluas ruang gerak di tengah kebutuhan modal yang terus membesar, meski perusahaan masih menegaskan bahwa keputusan akhir soal waktu melantai di bursa belum diambil.
