OnePlus N6 muncul sebagai calon ponsel baru di segmen di bawah $250 dengan satu keunggulan yang langsung mencolok: baterai 8.000mAh. Di kelas harga ini, kapasitas sebesar itu berpotensi membuatnya menonjol dibanding banyak rival.
OnePlus sudah mengonfirmasi bahwa N6 akan menjadi smartphone pertama dari seri N yang baru. Peluncurannya dijadwalkan berlangsung di India pada 30 Juni 2026, dengan estimasi harga di INR 15.000 hingga INR 20.000 atau sekitar $159–$212.
Baterai terbesar di segmennya
Lewat akun X resmi, OnePlus menyebut N6 akan membawa baterai 8.000mAh. Perusahaan juga menyebutnya sebagai “segment’s biggest battery”, sehingga fokus utama perangkat ini tampak jelas sejak awal.
Kapasitas itu bahkan melampaui baterai 7.300mAh milik OnePlus 15. Perbandingan ini membuat N6 menarik, karena model yang lebih terjangkau justru membawa kapasitas baterai lebih besar dari flagship perusahaan.
Chipset MediaTek yang muncul di Geekbench
Di luar baterai, detail resmi lain belum dibuka. Namun, sebuah perangkat OnePlus dengan nomor model CPH2955 sudah muncul di Geekbench dan diduga kuat merupakan N6.
Daftar itu menunjukkan chipset MediaTek MT6835 dengan GPU Mali-G57 MC2. Kombinasi tersebut mengarah pada kemungkinan penggunaan chip dari seri Dimensity 6000, meski OnePlus belum mengonfirmasinya secara resmi.
Geekbench juga mencatat RAM 6GB dan Android 16. Dalam pengujian CPU, perangkat tersebut meraih skor 788 untuk single-core dan 1.993 untuk multi-core.
Menarik untuk kelas menengah bawah
Jika estimasi harga itu tepat, OnePlus N6 akan masuk ke kategori ponsel sub-$250 yang sangat kompetitif. Di kelas ini, daya tahan baterai dan efisiensi chipset biasanya menjadi dua faktor yang paling dicermati pembeli.
Itulah sebabnya kombinasi baterai 8.000mAh dan bocoran chipset MediaTek membuat perangkat ini layak dipantau. OnePlus sejauh ini belum membuka detail tambahan, tetapi kemunculan di Geekbench sudah memberi gambaran awal tentang arah produk yang sedang disiapkan.
