OnePlus Kian Menyusut di Barat, Eropa Tinggal Menyisakan OnePlus 15R

Author: Cung Media

OnePlus disebut semakin dekat ke pintu keluar dari pasar Barat. Laporan WinFuture menyebut perusahaan itu berencana mundur sepenuhnya dari Amerika Serikat dan Eropa, langkah yang akan menandai akhir lebih dari satu dekade kehadirannya di dua kawasan penting tersebut.

Yang berubah bukan hanya jumlah produk yang dijual, tetapi juga arah bisnisnya. Di Eropa, ruang yang ditinggalkan OnePlus disebut akan diisi Oppo, sementara untuk pasar AS belum terlihat penerus yang jelas.

Di toko resmi, yang tersisa tinggal satu model

Gambaran paling nyata terlihat di situs resmi OnePlus Jerman. Saat ini hanya OnePlus 15R yang masih tercantum sebagai produk yang bisa dibeli, sedangkan OnePlus 15 dan seluruh lini Nord series sudah menghilang dari daftar.

Pola serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa negara Eropa lain secara bersamaan. Italia, Spanyol, Prancis, Austria, Belgia, Belanda, Republik Ceko, Denmark, Swedia, dan Norwegia termasuk di antaranya.

Wilayah Produk yang Tersisa Produk yang Dihapus
Jerman OnePlus 15R OnePlus 15, seluruh Nord series
Sejumlah negara Eropa OnePlus 15, seluruh Nord series

Pengurangan inventaris serentak di banyak negara ini tampak seperti penarikan pasar bertahap. Karena terjadi hampir bersamaan, langkah tersebut sulit dianggap sebagai perubahan stok biasa.

OxygenOS ikut terseret dalam perubahan besar

Perubahan lain datang dari sisi perangkat lunak. Gizmochina melaporkan pada 3 Juli 2025 bahwa OxygenOS akan dihentikan sepenuhnya, dan perangkat OnePlus serta Realme ke depan akan memakai ColorOS milik Oppo.

Jika itu benar terjadi, BBK Electronics tampak semakin agresif menyatukan platform software di bawah satu payung. Langkah seperti ini bisa menekan biaya pengembangan, menyederhanakan dukungan teknis, dan memperkuat posisi Oppo sebagai merek utama.

Bagi banyak pengguna lama, kabar tersebut terasa berat karena OxygenOS selama ini menjadi identitas OnePlus. Sistem itu dikenal ringan dan dekat dengan pengalaman Android murni, sehingga peralihannya ke ColorOS akan mengubah karakter yang selama ini melekat pada merek tersebut.

Kenapa OnePlus bisa mundur dari Barat

Ada alasan strategis yang cukup masuk akal di balik langkah ini. Pasar AS dan Eropa dikuasai Apple dan Samsung, sehingga ruang untuk pemain lain seperti OnePlus sangat sempit.

Di saat yang sama, Oppo, Vivo, dan Realme berada di bawah BBK Electronics dan memiliki irisan pasar yang besar. Kondisi itu membuat OnePlus dan Oppo semakin sulit dibedakan, sehingga fokus ke satu merek di tiap segmen bisa jadi pilihan yang lebih efisien.

Faktor lain datang dari kekuatan pasar Asia dan India yang masih menjadi tumpuan OnePlus. Dengan sumber daya yang terbatas, perusahaan tampaknya memilih memusatkan tenaga ke wilayah yang dianggap lebih menguntungkan daripada terus bertahan di Barat.

Apa artinya bagi pengguna yang masih memakai OnePlus

Untuk pemilik perangkat OnePlus saat ini, kabar ini belum berarti ponsel mereka akan berhenti bekerja. Dukungan software kemungkinan masih berjalan sesuai jadwal garansi, dan layanan purnajual tetap berlaku meski jaringan servis bisa menyusut seiring waktu.

Pengguna juga tidak perlu khawatir perangkat akan tiba-tiba rusak hanya karena OnePlus mengurangi kehadiran produknya di pasar tertentu. Yang paling terasa justru akses untuk membeli unit baru yang semakin sempit, terutama di AS dan Eropa.

Jika masih ingin mencari perangkat OnePlus, jalurnya kemungkinan akan makin bergantung pada importir pihak ketiga. Cara ini biasanya lebih mahal dan tidak membawa garansi lokal.

Oppo siap mengisi kekosongan

Oppo sendiri bukan nama baru di Eropa. Merek ini sudah punya kemitraan dengan operator di Prancis, Italia, dan Spanyol, serta toko resmi di sejumlah negara.

Jika OnePlus benar-benar mundur, Oppo kemungkinan mengisi ruang yang ditinggalkan dengan perangkat baru di segmen premium. Pendekatannya diperkirakan tetap membawa kemiripan desain dan spesifikasi dari lini OnePlus, tetapi dengan branding Oppo dan ColorOS sebagai sistem utama.

Bagi pasar, skema itu berarti perpindahan hardware yang relatif mulus, namun pengalaman software yang berbeda jauh. Bagi OnePlus, ini bisa menjadi perubahan terbesar sejak merek itu dikenal luas sebagai penantang serius di kelas flagship.

Jika laporan tersebut terbukti benar, maka yang tersisa di Barat bukan lagi persaingan nama, melainkan konsolidasi di bawah Oppo dan BBK Electronics. Di titik itu, OnePlus perlahan memudar, sementara jejak produknya tetap berjalan dengan identitas yang berbeda.

Terbaru