Nama perempuan yang paling banyak dipakai di Indonesia ternyata bukan yang paling modern atau paling baru terdengar, melainkan Nurhayati. Data yang dibagikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menunjukkan nama ini menempati posisi teratas dari basis data KTP elektronik atau e-KTP yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Temuan itu menarik karena nama di Indonesia bukan sekadar penanda identitas. Di banyak keluarga, nama juga memuat doa, makna, dan jejak budaya yang diwariskan lintas generasi.
Nurhayati ada di puncak
Nurhayati tercatat dipakai oleh 254.922 orang. Jumlah itu membuat nama ini tetap sangat kuat di berbagai daerah dan masih akrab di banyak lingkungan keluarga Indonesia.
Secara makna, Nurhayati juga punya daya tarik tersendiri. Nur berarti cahaya atau sinar, sedangkan Hayati berarti kehidupan.
Jika digabung, Nurhayati dimaknai sebagai cahaya kehidupan. Nama ini kerap dipahami sebagai gambaran sosok yang membawa penerang atau kebaikan bagi orang di sekitarnya.
Nama-nama lama yang masih bertahan
Di bawah Nurhayati, daftar nama perempuan terbanyak masih didominasi nama yang sudah lama dikenal masyarakat. Sulastri berada di posisi kedua dengan 192.979 orang, lalu Sumiati dengan 172.759 orang.
Sri Wahyuni menyusul dengan 163.189 orang, disusul Sumarni yang tercatat 158.882 orang. Nama Sunarti juga masuk daftar dengan jumlah 135.891 orang.
Kelompok berikutnya diisi Siti Aminah dengan 121.588 orang, Ernawati dengan 118.045 orang, Aminah dengan 117.490 orang, dan Kartini dengan 114.879 orang. Susunan ini memperlihatkan bahwa banyak nama populer tetap bertahan kuat lintas generasi.
10 nama perempuan terbanyak
Daftar 10 nama perempuan paling banyak dipakai di Indonesia adalah sebagai berikut: Nurhayati, Sulastri, Sumiati, Sri Wahyuni, Sumarni, Sunarti, Siti Aminah, Ernawati, Aminah, dan Kartini.
Urutannya menunjukkan dominasi nama-nama yang terdengar sederhana, tetapi punya akar makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pola ini juga memperlihatkan bagaimana pilihan nama perempuan di Indonesia sering mencerminkan nilai yang mudah dikenali dan bertahan lama.
Mengapa daftar ini penting
Karena bersumber dari data e-KTP, daftar ini bukan hanya mencerminkan nama yang populer dalam percakapan sehari-hari. Data tersebut juga merekam nama yang benar-benar digunakan dan telah masuk dalam administrasi kependudukan nasional.
Itu membuat daftar ini punya bobot lebih dari sekadar tren nama. Angka-angka tersebut menunjukkan jejak pilihan nama yang melekat pada jutaan perempuan Indonesia dalam data resmi kependudukan.
Nama-nama seperti Nurhayati, Sulastri, dan Siti Aminah juga menunjukkan kesinambungan tradisi penamaan yang masih hidup sampai sekarang. Di tengah perubahan zaman, daftar ini memperlihatkan bahwa nama klasik tetap memiliki tempat kuat dalam identitas banyak perempuan Indonesia.
