Nissan Buka Negosiasi Dengan Chery di Sunderland, Pabrik Inggris yang Baru Terisi 50 Persen Mencari Nafas Baru

Author: Cung Media

Nissan dilaporkan membuka pembicaraan dengan Chery untuk kemungkinan kerja sama produksi mobil di pabrik Sunderland, Inggris. Langkah ini muncul saat fasilitas tersebut disebut baru terpakai sekitar 50 persen, sehingga Nissan mencari cara untuk menaikkan utilisasi pabrik yang menjadi salah satu aset pentingnya di Eropa.

Pembicaraan ini menarik perhatian karena Sunderland sudah lama menjadi basis penting operasi Nissan di Inggris sejak dekade 1980-an. Financial Times, mengutip empat sumber yang mengetahui negosiasi, menyebut belum ada kepastian apakah diskusi tersebut akan berujung pada kesepakatan.

Nissan mencari penggunaan pabrik yang lebih optimal

Nissan tidak hanya berdiskusi dengan Chery, tetapi juga disebut menjajaki pembicaraan dengan sejumlah perusahaan lain. Fokus utamanya adalah memastikan pabrik Sunderland, yang mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan, bisa dipakai lebih efisien dan memberi kontribusi yang lebih besar bagi bisnis perusahaan di Inggris.

Pabrikan asal Jepang itu menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengkaji peluang masa depan untuk memastikan utilitas penuh di fasilitas tersebut. Dalam pernyataan kepada Reuters, Nissan menegaskan belum ada pengumuman yang bisa disampaikan terkait hasil pembahasan itu.

Kondisi pabrik yang jauh di bawah kapasitas biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif. Biaya operasional tetap berjalan, tetapi output produksi belum maksimal, sehingga efisiensi menjadi isu utama yang harus segera dijawab.

Chery melihat peluang ekspansi di Eropa

Di sisi lain, Chery juga tengah mencari jalan untuk memperluas produksi mobil di Eropa melalui kemitraan. Seorang eksekutif Chery pada bulan ini mengatakan perusahaan ingin memanfaatkan pabrik yang sudah ada agar ekspansi bisa berjalan lebih cepat tanpa membangun fasilitas baru dari awal.

Skema seperti itu cocok dengan kebutuhan Nissan karena memungkinkan penggunaan aset produksi yang sudah berdiri. Bagi Chery, pendekatan tersebut bisa menjadi pintu masuk yang lebih cepat untuk memperkuat posisi di pasar Eropa lewat manufaktur lokal.

Chery sendiri memang dikenal agresif memperluas jejak bisnis di luar China. Jika pembicaraan di Sunderland berkembang, kerja sama itu berpotensi menjadi salah satu jalur penting bagi merek tersebut untuk menambah basis industri di kawasan Eropa.

Masuk dalam strategi efisiensi Nissan

Negosiasi dengan Chery juga tidak bisa dilepaskan dari langkah perombakan yang sedang dijalankan Nissan di bawah CEO Ivan Espinosa. Perusahaan tengah berupaya memulihkan bisnisnya di tengah persaingan yang makin ketat, terutama dari produsen mobil listrik asal China.

Tahun lalu, Nissan mengumumkan rencana penutupan tujuh pabrik secara global dan pengurangan sekitar 15 persen tenaga kerja dunia. Kebijakan itu menunjukkan bahwa perusahaan sedang menyesuaikan struktur biaya dan kapasitas produksi agar lebih sejalan dengan kondisi pasar.

Di saat yang sama, Nissan juga merampingkan lini model global untuk menjaga stabilitas pendapatan. Dalam situasi seperti ini, memaksimalkan fasilitas yang sudah ada menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding membangun pabrik baru, apalagi jika bisa didukung mitra strategis.

Hubungan yang sudah pernah terjalin

Pembicaraan ini juga mendapat konteks tambahan dari langkah Nissan sebelumnya yang melepas aset manufakturnya di Rosslyn, Afrika Selatan, kepada cabang lokal Chery. Kejadian itu menunjukkan bahwa hubungan bisnis kedua perusahaan bukanlah hal yang sepenuhnya baru.

Pola tersebut memperlihatkan arah yang serupa: Nissan berupaya mengurangi beban dari aset yang kurang produktif, sedangkan Chery membutuhkan pijakan manufaktur di lokasi yang strategis. Jika kerja sama di Sunderland berlanjut, kedua pihak bisa saling melengkapi lewat pemanfaatan kapasitas pabrik yang sudah berjalan.

Namun hingga kini, Nissan masih menegaskan belum ada keputusan yang diumumkan. Diskusi dengan Chery dan perusahaan lain tetap menjadi bagian dari evaluasi Nissan untuk memastikan Sunderland bisa beroperasi lebih penuh dan memberi dorongan yang lebih kuat bagi bisnisnya di Inggris.

Terbaru