
Nikita Willy menunjukkan bahwa belajar menjadi ibu tidak berhenti pada buku parenting saja. Dari pilihan bacaan yang ia bagikan, terlihat bahwa pengasuhan juga bisa dipahami lewat komunikasi, perbaikan diri, dan penyembuhan luka emosional orangtua.
Perhatian publik terhadap daftar bacaannya muncul karena Nikita kini lebih sering membagikan perjalanan parenting bersama dua anaknya. Dari situ, pembaca bisa melihat bahwa gaya asuh yang ia pelajari tidak hanya bertumpu pada insting, tetapi juga pada pengetahuan yang lebih luas.
Memahami anak laki-laki sejak tumbuh kembangnya
Salah satu buku yang dibacanya adalah Wild Things The Art of Nurturing Boys. Nikita memilih buku itu karena ia memiliki dua anak laki-laki dan ingin lebih memahami tahapan perkembangan mereka.
Dari buku tersebut, ia mengambil pelajaran bahwa orangtua bukan bertugas mengontrol anak. Yang lebih penting adalah memahami cara kerja otak, perkembangan emosi, dan kebutuhan anak laki-laki di setiap usia.
Komunikasi yang lebih tenang dengan anak
Buku lain yang masuk daftar bacaannya adalah How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk karya Adele Faber dan Elaine Mazlish. Buku ini memberi panduan agar orangtua bisa berkomunikasi dengan anak secara lebih tenang dan efektif.
Nikita melihat pentingnya mendengarkan anak dengan empati saat masalah muncul. Buku ini juga menekankan bahwa konflik tidak harus berakhir dengan teriakan atau emosi berlebihan jika orangtua punya keterampilan komunikasi yang tepat.
Mendidik diri sebelum mendidik anak
Di luar buku parenting, Nikita juga membaca The Ideal Muslimah karya Muhammad Ali al-Hashimi. Buku ini membahas gambaran muslimah ideal menurut Al-Qur’an dan sunah.
Bagi Nikita, ibu adalah lingkungan pertama bagi anak. Karena itu, ia merasa perlu mendidik dirinya lebih dulu agar bisa menjadi pribadi yang baik, penyayang, penuh kasih sayang, dan jujur.
Belajar pulih dari luka masa lalu
Buku ParentHeal karya Irfan Aulia dan Adhitya Bayu juga menjadi salah satu bacaannya. Buku ini ditujukan sebagai teman perjalanan bagi orangtua yang ingin pulih dari luka masa lalu.
Pesan utamanya menyoroti keberanian orangtua untuk menyembuhkan diri sendiri. Nikita menangkap bahwa anak tidak membutuhkan orangtua yang sempurna, melainkan orangtua yang mau belajar dan memperbaiki diri.
Filosofi pengasuhan dari Denmark
Pilihan lainnya adalah The Danish Way of Parenting karya Jessica Alexander dan Iben Sandahl. Buku ini dikenal luas karena membahas cara membesarkan anak agar tumbuh tangguh, bahagia, dan matang secara emosional.
Di dalamnya ada konsep PARENT yang mencakup Play, Authenticity, Reframing, Empathy, No Ultimatum, serta Togetherness & Hygge. Konsep itu merangkum filosofi pengasuhan khas Denmark, yang dikenal sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia.
Lima bacaan itu memperlihatkan cara Nikita melihat parenting dari banyak sudut. Mulai dari memahami anak laki-laki, membangun komunikasi, membentuk karakter ibu, hingga memulihkan diri, semua menjadi bekal yang ia bawa dalam perannya sebagai orangtua.
Source: www.idntimes.com




