Nawal Yasin Ungkap Penurunan Stunting di Jateng, Angka Kematian Ibu-Bayi Ikut Menyusut Tajam

Sejumlah program penguatan kesehatan ibu dan anak yang dijalankan TP PKK Jawa Tengah mulai memperlihatkan hasil. Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyebut tren penurunan terjadi pada stunting, kematian ibu, kematian bayi, dan kematian balita di provinsi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Nawal saat Rapat Pleno Pengurus TP PKK di Aula Kantor PKK Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan capaian tersebut tidak muncul tiba-tiba, melainkan buah kerja bersama banyak pihak, termasuk kader PKK di tingkat desa dan kelurahan yang langsung bersentuhan dengan keluarga.

Stunting masih menjadi perhatian utama

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau E-PPGBM 2025, jumlah balita stunting di Jawa Tengah tercatat 181.030 anak. Angka itu setara 9,66 persen dan turun sekitar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nawal menilai penurunan itu lahir dari intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan di lapangan. Ia menempatkan kader PKK sebagai ujung tombak karena mereka dinilai mampu menjangkau keluarga lebih dekat dan memastikan program berjalan di tingkat akar rumput.

TP PKK Jawa Tengah juga memperkuat sinergi dengan BKKBN lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting. Program ini mendorong keterlibatan masyarakat agar ikut bergotong royong membantu keluarga yang berisiko stunting.

Menurut Nawal, Genting akan kembali digerakkan pada 2026 karena target BKKBN disebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Arah itu menunjukkan bahwa penurunan stunting masih membutuhkan dukungan yang lebih luas, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari komunitas di sekitar keluarga sasaran.

Edukasi gizi tidak berhenti pada angka

TP PKK Jawa Tengah bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB juga menempatkan edukasi gizi sebagai bagian penting dari intervensi. Fokusnya bukan hanya pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga kualitas tumbuh kembang secara menyeluruh.

Nawal menekankan bahwa gizi yang baik berkaitan langsung dengan kemampuan kognitif anak. Dengan pendekatan itu, penanganan stunting dipahami bukan sekadar soal tinggi dan berat badan, tetapi juga tentang kualitas masa depan anak yang sedang tumbuh.

Kematian ibu, bayi, dan balita ikut menurun

Perbaikan serupa juga terlihat pada indikator kematian ibu dan anak di Jawa Tengah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kematian ibu turun dari 427 kasus pada 2024 menjadi 337 kasus pada 2025.

Kematian bayi juga menurun dari 4.376 kasus pada 2024 menjadi 3.650 kasus pada 2025. Pada saat yang sama, kematian balita usia 1–5 tahun juga turun dari 4.898 kasus pada 2024 menjadi 4.101 kasus pada 2025.

Deretan angka itu menunjukkan adanya perbaikan pada layanan kesehatan ibu dan anak di Jawa Tengah. Meski begitu, Nawal menegaskan bahwa penguatan program tetap harus dijaga agar tren positif tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

Kencan Bumil jadi andalan pendampingan

Salah satu program yang terus diperkuat TP PKK Jawa Tengah adalah Kencan Bumil atau Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil. Program ini mendorong kader PKK aktif memantau kondisi perempuan sejak fase prahamil, kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.

Layanan itu juga didukung pemeriksaan ultrasonografi atau USG yang terintegrasi dengan Layanan Dokter Spesialis Keliling dan Cek Kesehatan Gratis. Nawal menjelaskan, layanan tersebut bisa dimanfaatkan ibu hamil yang memiliki jaminan kesehatan maupun yang belum memilikinya.

Bagi ibu yang sudah memiliki jaminan kesehatan, layanan USG dapat diakses gratis melalui skema yang tersedia. Sementara itu, bagi yang belum memiliki jaminan kesehatan, pelayanan dapat dibantu lewat program Spelling.

Arah kerja PKK juga disiapkan untuk 2026

Dalam rapat pleno tersebut, Nawal bersama empat kelompok kerja PKK Jawa Tengah juga menyepakati program unggulan 2026. Seluruh program itu diarahkan agar selaras dengan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.

Pokja IV akan memperkuat implementasi Kencan Bumil sebagai bagian dari intervensi penurunan stunting dan angka kematian ibu-bayi. Sementara itu, tiga pokja lain juga menyiapkan program pendukung, mulai dari modul Paaredi berbasis visual, pendampingan Kapulaga, hingga Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau Rabu Pon.

Nawal menekankan bahwa seluruh jajaran PKK perlu terus berkolaborasi agar program yang dijalankan memberi dampak nyata di masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran PKK harus semakin terasa dalam upaya membangun kesejahteraan keluarga di Jawa Tengah.

Source: infojateng.id

Baca Juga

Back to top button