Film Sofia belum syuting, tetapi beban emosionalnya sudah lebih dulu terasa di kalangan para pemain. Sejumlah aktor mengaku naskahnya sangat berat hingga memunculkan pertanyaan soal kesiapan mental setelah proses produksi.
Respons itu mencuat dalam konferensi pers pengumuman jajaran pemain di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, saat film tersebut mulai diperkenalkan ke publik. Dari penjelasan para pemain dan tim kreatif, Sofia memang dirancang sebagai film yang tidak hanya menuntut stamina, tetapi juga ketahanan psikologis.
Naskah yang Menguras Emosi Para Pemain
Carissa Perusset, yang memerankan Dahlia, mengaku sempat bertanya apakah produksi akan menyiapkan psikolog atau terapis setelah syuting. Menurutnya, karakter yang ia jalani bukan hanya berat secara fisik, tetapi juga menguras emosi.
Carissa bahkan mengaku sempat mempertimbangkan untuk menolak tawaran itu karena temanya mengingatkannya pada pengalaman emosional dari proyek sebelumnya. Namun, ia juga melihat film ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki trauma yang sempat terbawa dari pekerjaan terdahulu.
Anantya Kirana, pemeran utama Sofia, merasakan tekanan yang serupa saat membaca skrip. Ia menyebut perlu menyiapkan mental lebih matang karena karakter Sofia memiliki luka psikologis yang kompleks akibat kekerasan.
“Aku harus nyiapin mental lebih. Baca skripnya aja capek banget, adegan-adegannya juga capek, bukan cuma fisik tapi mental juga,” tutur Anantya.
Cara Para Aktor Menjaga Kondisi Psikologis
Tidak semua pemain merespons tekanan itu dengan cara yang sama. Nugie, yang juga dikenal sebagai musisi, memilih bersepeda sendirian setiap selesai sesi reading untuk menjaga kewarasan dan menjernihkan pikiran.
“Kayaknya baru film ini deh, setiap reading saya harus sepedaan sendiri. Film ini benar-benar membutuhkan kita untuk fokus saat masuk ke karakter,” ucap Nugie.
Kiki Narendra juga mengaku naskah Sofia terasa sangat berat ketika pertama kali dibaca. Ia menilai beban film ini datang bukan hanya dari sisi fisik, tetapi terutama dari sisi mental.
“Jujur saja, ini filmnya lumayan berat dari segi fisik maupun terutama dari segi mental. Begitu baca skripnya langsung kepikiran, ‘Waduh, ini berat banget,’” kata Kiki.
| Pemain | Karakter | Respons terhadap naskah |
|---|---|---|
| Carissa Perusset | Dahlia | Sempat menanyakan ketersediaan psikolog atau terapis setelah syuting |
| Anantya Kirana | Sofia | Mengaku perlu menyiapkan mental lebih matang karena skrip terasa sangat berat |
| Nugie | Tidak disebutkan | Memilih bersepeda sendirian setelah reading sebagai bentuk healing |
| Kiki Narendra | Tidak disebutkan | Menyebut naskah Sofia sebagai salah satu yang paling berat yang pernah dibacanya |
Film yang Mengangkat Kekerasan dan Trauma
Sutradara Adis Kayl Yurahmah menegaskan bahwa Sofia bukan sekadar horor misteri. Film ini mengangkat isu kekerasan yang perlahan dianggap biasa jika berlangsung terlalu lama, serta dampaknya terhadap trauma psikologis seseorang.
“Film Sofia berbicara tentang bagaimana kekerasan akan dianggap normal kalau berlangsung terlalu lama. Ini film tentang kemanusiaan, bagaimana keluarga, lingkungan, dan sistem bisa membentuk seseorang beserta luka dan traumanya,” ujar Adis.
Penulis naskah Benjamin Bernard Chenier menjelaskan bahwa ide cerita muncul dari pengalamannya saat terlibat dalam sejumlah organisasi sosial. Dari sana, ia melihat langsung berbagai bentuk kekerasan yang menurutnya mengerikan dan layak diingatkan agar tidak terus berulang.
“Kalau kita terus menormalisasi kekerasan, itu akan semakin parah dan tertanam di masyarakat. Harapannya, cerita ini bisa mengingatkan supaya tragedi seperti itu tidak terus berulang,” kata Benjamin.
Sofia merupakan film psychological horror produksi Lasisi Pictures dengan naskah orisinal karya Benjamin Bernard Chenier. Ceritanya berfokus pada perjalanan Sofia, seorang gadis yang mengalami trauma akibat kekerasan yang membentuk kondisi psikologisnya.
Selain Anantya Kirana, film ini dibintangi Carissa Perusset, Wulan Guritno, Nugie, Kiki Narendra, Habil Nugraha, Leony V.H., dan Ayu Diandra. Setelah pengumuman jajaran pemain, film tersebut akan segera memasuki proses pengambilan gambar utama.
Source: www.suara.com






