Partai NasDem memilih jalur yang tidak biasa untuk mendekati pemilih muda menjelang Pemilu 2029. Prananda Surya Paloh menyebut pendekatan itu sebagai soft approach, dan padel menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kedekatan dengan Gen Z tanpa langsung berbicara politik praktis.
Langkah ini muncul dari pembacaan NasDem terhadap perubahan peta pemilih di masa depan. Prananda menilai generasi muda akan menjadi kelompok dominan, sehingga partai perlu hadir lebih dekat dengan minat mereka sejak sekarang.
Padel dipilih karena dekat dengan tren anak muda
Prananda menyampaikan strategi itu usai turnamen padel di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, yang digelar dalam rangka Kongres ke-II dan HUT ke-15 GP NasDem. Turnamen selama dua hari, Sabtu-Minggu, itu diikuti 138 tim dan disebutnya bukan sekadar ajang olahraga.
Menurut Prananda, kegiatan seperti padel mencerminkan tren baru yang sedang tumbuh di kalangan anak muda Indonesia. Karena itu, NasDem melihatnya sebagai ruang yang efektif untuk membangun interaksi yang lebih natural dengan calon pemilih muda.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Lokasi turnamen | Ampera, Jakarta Selatan |
| Durasi | 2 hari, Sabtu-Minggu |
| Peserta | 138 tim |
| Konteks acara | Kongres ke-II dan HUT ke-15 GP NasDem |
Pendekatan ke pemuda tidak harus dimulai dari politik
Prananda menekankan bahwa Garda Pemuda NasDem perlu memahami keinginan generasi muda dengan lebih baik. Ia menilai langkah paling relevan adalah hadir di ruang yang memang diminati anak muda, termasuk olahraga, bisnis, atau aktivitas produktif lain.
Ia mengatakan, “Tidak harus langsung masuk ke politik. Yang penting mereka berkontribusi positif dulu sesuai minatnya.” Kalimat itu menjadi inti dari strategi awal NasDem yang mengutamakan kedekatan ketimbang ajakan politik secara terbuka.
Strategi lunak berjalan bersama konsolidasi partai
Prananda juga menegaskan bahwa pendekatan lunak ini berjalan beriringan dengan langkah keras atau hard approach yang dilakukan partai. Bentuknya adalah konsolidasi organisasi hingga ke tingkat pengurus daerah melalui kongres yang akan digelar pada 21-22 Juli 2026.
Ia menyebut kedua pendekatan itu saling melengkapi. Jika soft approach dipakai untuk membuka kedekatan dengan anak muda, maka konsolidasi internal dipakai untuk memperkuat struktur partai agar lebih siap menghadapi kontestasi politik.
Gen Z dan pemilih muda jadi pusat hitungan NasDem
Prananda yang juga Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem memperkirakan sekitar 60 hingga 65 persen pemilih ke depan berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun. Angka itu membuat pemilih muda menjadi faktor penting dalam strategi jangka panjang partai.
Ia menilai kader dan tokoh yang lebih senior harus mampu beradaptasi dengan selera, kebutuhan, dan cara pandang generasi muda. “Artinya kita harus beradaptasi. Kita yang sudah di atas 30 tahun ini harus bisa memahami apa yang diinginkan mereka,” kata Prananda.
Dengan kombinasi kegiatan yang dekat dengan tren anak muda dan konsolidasi internal yang terus berjalan, NasDem menempatkan Gen Z serta generasi di bawah 35 tahun sebagai target utama dalam peta pemenangan menuju Pemilu 2029.
Source: www.medcom.id






