7 Bukti Na Byung Mo Licik di Reborn Rookie, Ambisi yang Ancam Keluarga Kang

Na Byung Mo menjadi salah satu tokoh paling berbahaya di Reborn Rookie karena ambisinya tidak berhenti pada perebutan kekuasaan bisnis. Ia juga merambah ke keluarga Kang Yong Ho dan jaringan yang menopang Choiseong Group.

Di balik posisinya sebagai ketua Taeha Group, Na Byung Mo digambarkan bermuka dua dan kerap menyembunyikan manuvernya di balik kepentingan yang tampak sah. Rasa iri terhadap kesuksesan Kang Yong Ho mendorongnya untuk menekan lawan dari berbagai arah.

Memanfaatkan orang terdekat sebagai alat

Salah satu langkah paling jelas terlihat ketika Na Byung Mo menjadikan putrinya, Na Eun Se, sebagai mata-mata. Ia memanfaatkan sang putri untuk mengawasi keluarga Kang sekaligus memantau kondisi Choiseong Group.

Cara ini menunjukkan bahwa ia tidak ragu membawa permainan bisnis ke ranah keluarga. Posisi dirinya pun makin sulit dibaca karena ia bergerak lewat orang-orang yang seharusnya memberi rasa aman.

Menantu ikut dijadikan pintu masuk

Na Byung Mo juga memakai Kang Jae Seong sebagai alat untuk memperluas pengaruh. Status sebagai mertua dimanfaatkan untuk mendorong sang menantu masuk ke permainan yang lebih besar dan membuka jalan bagi penguasaan Choiseong Group.

Di saat yang sama, ia mengincar kendali atas proyek-proyek strategis yang bisa menguatkan posisinya. Setiap langkah diarahkan agar Taeha Group mendapat akses lebih jauh ke pusat kekuasaan yang ia incar.

Berburu dana gelap dan celah dari dalam

Ketika mengetahui Kang Jae Seong menyimpan dana gelap dalam jumlah besar, Na Byung Mo langsung berusaha mencurinya. Ia lalu bersekongkol dengan Song Nam Hoon, yang selama ini menjadi tangan kanan Kang Jae Seong.

Kolaborasi itu memperlihatkan bahwa Na Byung Mo tidak hanya bergerak sendiri. Ia juga pandai mencari celah dari lingkaran dalam lawan untuk memperbesar peluang menang.

Proyek pelabuhan jadi jalur lain

Demi kepentingannya, Na Byung Mo ikut mendorong Kang Jae Seong agar melibatkan Taeha Group dalam proyek pelabuhan Kota Yuncheon. Proyek besar itu menjadi pintu masuk untuk memperluas kendali bisnis.

Saat upaya mencuri dana gelap gagal, proyek pelabuhan berubah menjadi jalur lain yang bisa memberi keuntungan. Namun, hasil yang diharapkan tidak selalu berjalan mulus.

Gagal lalu memilih adu domba

Kegagalan mencuri dana gelap dan kerugian di proyek pelabuhan membuat Na Byung Mo geram. Dari situ, ia mulai mengadu domba Kang Jae Seong dengan Kang Jae Gyeong untuk menciptakan perpecahan di internal keluarga dan bisnis.

Strategi ini memperlihatkan bahwa ia tidak hanya mengejar hasil cepat. Ia juga bersedia merusak hubungan antar tokoh penting jika itu bisa melemahkan lawannya.

Menekan perebutan proyek GF Solution

Setelah itu, Na Byung Mo menekan Kang Jae Seong agar mendapatkan proyek GF Solution yang juga sedang diincar Kang Jae Gyeong. Perebutan proyek ini menjadi bagian dari upayanya memperluas pengaruh dan mematahkan langkah pesaing.

Dengan cara tersebut, ia terus memanfaatkan situasi agar setiap peluang bisnis tetap mengarah ke kepentingannya sendiri. Ambisinya tidak berhenti pada satu target karena semua pintu yang terbuka ingin ia kuasai.

Berusaha menggagalkan suksesi

Pada tahap lain, Na Byung Mo memakai kekuasaan dan pengaruhnya untuk menggagalkan suksesi Kang Jae Gyeong. Ia sekaligus mendukung menantunya agar bisa mengendalikan Choiseong.

Dari seluruh manuver itu, terlihat jelas bahwa Na Byung Mo adalah sosok yang akan mengulang strategi apa pun selama target utamanya belum tercapai. Setiap kegagalan tidak menghentikannya, tetapi justru mendorongnya mencari cara lain untuk merebut Choiseong Group.

Source: www.idntimes.com

Terkait