Muktamar Ilmu Pengetahuan IV yang digelar Lakpesdam PWNU Jawa Tengah di UIN Sunan Kudus tidak hanya menampilkan forum pembukaan, tetapi juga rangkaian diskusi yang padat dan terarah. Agenda ini mempertemukan tokoh NU, rektor perguruan tinggi, akademisi, dan pegiat gagasan dalam satu forum besar.
Fokus pembahasannya juga cukup lebar, mulai dari peta jalan Nahdlatul Ulama, kemandirian organisasi, transformasi sosial, dakwah digital, hingga peran pesantren sebagai pilar masyarakat sipil keagamaan. Susunan acara yang rinci membuat forum ini terasa lebih seperti ruang pertukaran gagasan strategis ketimbang agenda seremonial biasa.
Sesi khusus dibuka Jumat malam
Rangkaian acara dibuka lewat sesi khusus pada Jumat malam pukul 18.00 sampai 22.00 WIB di Aula lantai 4 gedung perpustakaan UIN Sunan Kudus. Forum ilmuwan NU menjadi agenda utama pada malam pembuka dengan kehadiran sejumlah tokoh dari struktur NU dan pimpinan perguruan tinggi.
Nama-nama yang tercantum antara lain Rais PWNU Jateng KH. Ubaidullah Shodaqoh, Ketua PWNU KH. Abdul Ghaffar Rozin, dan Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrahman Kasdi. Sejumlah rektor lain juga masuk dalam jadwal, termasuk dari Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, ITB, dan Universitas Wahid Hasyim.
Sabtu pagi diawali penanaman pohon dan pembukaan
Sabtu pagi, panitia menjadwalkan penanaman pohon di sebelah selatan gedung Ushuludin sebelum pembukaan resmi dimulai. Upacara pembukaan berlangsung pukul 09.00 sampai 10.00 WIB di Ruang R. Auditorium lantai 5 gedung lab.
Setelah pembukaan, peserta langsung masuk ke sesi panel utama yang menjadi salah satu titik terpenting forum. Penempatan agenda pagi itu menunjukkan muktamar ini disusun bertahap, dari simbol gerakan lingkungan hingga masuk ke pembahasan inti.
Panel utama membahas peta jalan NU
Sesi utama digelar pukul 10.00 sampai 12.00 WIB dengan tema “Peta Jalan Nahdlatul Ulama sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan”. Tema ini menempatkan NU dalam pembacaan yang lebih luas, terutama sebagai organisasi keagamaan di tengah perubahan masyarakat sipil.
Deretan narasumber yang tercantum cukup beragam, mulai dari Dr. Muhammad A.S. Hikam, MA, APU, M. Mustafid, Dr. Mayadina Rohmi Musfiroh, Dr. Arie Sujito, Luthfi Machasin, Ph.D, Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, hingga Ali Formen, Ph.D. Komposisi tersebut memperlihatkan pertemuan perspektif akademik, sosial, dan organisasi dalam satu forum inti.
Empat diskusi pendukung mengisi sore hari
Usai sesi utama, forum berlanjut ke empat diskusi pendukung pada pukul 13.00 sampai 17.00 WIB. Masing-masing diskusi ditempatkan di ruang berbeda dan mengangkat tema yang spesifik, sehingga pembahasan bisa berjalan lebih fokus.
Diskusi pertama berlangsung di ruang Teater lantai 3 gedung lab dengan tema membangun kemandirian organisasi dan memperkuat konsolidasi gerakan, dengan subtema strategi dan tahapan jam’iyyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Narasumbernya meliputi Ah Maftuchan, M.Si, K. Afifuddin, S.Ag, Dr. H. Sriyanto, perwakilan PCNU Cilacap, LPP PCNU Kabupaten Semarang, dan akademisi UIN Sunan Kudus.
Diskusi kedua digelar di lantai 4 perpustakaan dengan tema Nahdlatul Ulama dan transformasi sosial, dari khidmah kultural menuju perubahan struktural. Sesi ini menghadirkan Dr. Mustaghfiroh Rahayu, Sunaji Zamroni, Prof. Dr. Nafiatul Umami, serta akademisi UIN Sunan Kudus.
Diskusi ketiga menyoroti NU dan masyarakat sipil digital dengan fokus pada transformasi media, kontestasi wacana, dan dakwah digital. Sesi ini ditempatkan di Ruang Aula G. Tarbiyah lantai 2 dengan narasumber H. Savic Ali, Rifqi Fairuz, dan akademisi UIN Sunan Kudus.
Diskusi keempat mengangkat pesantren sebagai pilar masyarakat sipil keagamaan, dengan penekanan pada pendidikan, kemandirian, dan transformasi sosial. Narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Dr. Machrus El Mawa, K.H. Fadhlullah Turmudzi, Ahmad Nashir, Dr. Agus Suharjono Ekomadyo, Dr.techn. Ir. Saiful Akbar, serta akademisi UIN Sunan Kudus.
Dengan susunan itu, Muktamar Ilmu Pengetahuan IV diposisikan sebagai forum gagasan yang menyentuh banyak lapisan isu dalam tubuh NU. Seluruh agenda dipusatkan di lingkungan UIN Sunan Kudus dan dirancang padat sejak malam pembukaan hingga Sabtu sore.
Source: suaranahdliyin.com






