Harga BBM Pertamina pada 26 Juni 2026 belum berubah dari penyesuaian terakhir yang dilakukan pada 10 Juni 2026. Kondisi ini membuat tarif Pertamax hingga Pertamina Dex tetap stabil di SPBU Pertamina.
Bagi pengendara, harga yang bertahan ini memberi kepastian di tengah kebutuhan mobilitas harian yang terus berjalan. Namun, angka yang berlaku tetap berbeda antarwilayah karena biaya distribusi dan karakter kawasan tertentu, termasuk Free Trade Zone.
Tarif yang masih bertahan di Jawa
Di wilayah Jawa, Pertamax masih dibanderol Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 tercatat Rp17.000 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di Rp20.750 per liter.
Untuk produk diesel, Dexlite dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Pertalite tetap berada di Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi masih Rp6.800 per liter.
Daftar harga yang sama juga berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di Bali, NTB, dan NTT, beberapa produk utama seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex juga mengikuti angka yang sama seperti wilayah Jawa.
Wilayah lain punya angka berbeda
Tidak semua daerah mencatat harga yang sama. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi masih menampilkan Pertamax di Rp16.650 per liter.
Di kelompok wilayah itu, Pertamax Turbo berada di Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi masih Rp6.800 per liter.
Wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara mencatat harga yang lebih tinggi untuk beberapa produk. Pertamax dipatok Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Kawasan FTZ juga punya tarif khusus
Free Trade Zone atau FTZ kembali menunjukkan perbedaan harga dari wilayah reguler. Di FTZ Sabang, Pertamax tercatat Rp15.250 per liter dan Dexlite Rp21.550 per liter, sementara Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
FTZ Batam juga mencatat tarif yang lebih rendah untuk sejumlah produk. Pertamax berada di Rp15.500 per liter, Pertamax Turbo Rp19.700 per liter, Dexlite Rp21.850 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.550 per liter.
Untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamax tercatat Rp16.650 per liter dan Dexlite Rp23.500 per liter. Di Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, Pertamax juga berada di Rp16.650 per liter, meski Pertamax Turbo dan Pertamina Dex tidak dicantumkan dalam daftar yang sama.
Pilihan BBM untuk mesin bensin dan diesel
Pertamina masih menawarkan rentang produk yang luas untuk kebutuhan kendaraan bensin maupun diesel. Untuk bensin, pilihan dimulai dari Pertalite, lalu Pertamax, Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo.
Untuk diesel, tersedia Biosolar Subsidi, Dexlite, dan Pertamina Dex. Ketiganya disiapkan untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari penggunaan harian sampai mesin diesel berteknologi modern.
Meski harga masih stabil, pemilik kendaraan tetap perlu menyesuaikan BBM dengan spesifikasi dan rasio kompresi mesin yang direkomendasikan pabrikan. Langkah ini penting agar performa, efisiensi, dan usia pakai mesin tetap terjaga.
Source: moladin.com






